Riset Mikrobioma Jadi Bagian dari Inovasi Kesehatan

Bagi Bcrobes, penelitian mengenai mikrobioma tidak hanya berkaitan dengan pengembangan produk, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat kolaborasi antara industri, akademisi, dan tenaga kesehatan.

Prof. Dean Lee Heng Yee, Director of Bcrobes Group, mengatakan perkembangan ilmu mikrobioma memberikan peluang semakin besar untuk memahami kesehatan manusia secara lebih komprehensif.

“Bcrobes percaya bahwa inovasi kesehatan harus berjalan bersama dengan penelitian dan bukti ilmiah. Karena itu, komitmen kami tidak berhenti pada pengembangan produk, tetapi juga mencakup dukungan terhadap penelitian, publikasi ilmiah, serta edukasi yang dapat membantu tenaga kesehatan dan masyarakat memperoleh informasi yang kredibel,” tutur Prof. Dean Lee Heng Yee, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (13/8/2026).

Senada dengan itu, Dr. Kaley Oon Seok Fang, Medical Affairs Director Bcrobes, menilai hasil penelitian tersebut menjadi pijakan awal untuk mengeksplorasi hubungan mikrobiota usus dengan kesehatan kulit secara lebih mendalam.

“Hasil ini membuka ruang untuk memahami lebih jauh hubungan antara mikrobiota usus dan kesehatan kulit. Ke depan, kami akan terus mendorong riset dan kolaborasi dengan akademisi serta tenaga kesehatan agar potensi ini dapat dikaji lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dr. Kaley.

Selain memaparkan hasil penelitian, Bcrobes juga meluncurkan buku Transformasi Paradigma Probiotik: Generasi Baru Kesehatan Berbasis Mikrobioma. Buku tersebut membahas kesehatan usus, keseimbangan mikrobiota, serta pemanfaatan probiotik berdasarkan literatur ilmiah dan bukti klinis.

Materi dalam buku dikemas agar dapat dipahami oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat umum. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bcrobes memperluas literasi mengenai mikrobioma sekaligus mendorong pemahaman masyarakat terhadap penggunaan probiotik yang didukung oleh bukti ilmiah.

Apt. Noffendri Roestam, S.Si., Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia periode 2022–2026, turut mengapresiasi semakin besarnya kontribusi apoteker dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Penelitian berbasis bukti ilmiah merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas praktik kefarmasian dan pelayanan kesehatan. Kami berharap semakin banyak apoteker Indonesia yang turut berkontribusi melalui penelitian, inovasi, dan kolaborasi sehingga perkembangan ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat,” papar Noffendri.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bcrobes juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan PharmaQ untuk memperluas akses masyarakat terhadap Hexbio melalui platform IAI Mart.

Kolaborasi juga diperkuat bersama mitra strategis apotek Alpro Indonesia, yang turut mendukung ketersediaan Hexbio di jaringan ritel apotek tersebut. Sementara itu, PT Yung Shin Pharmaceutical Indonesia menjadi mitra distribusi Hexbio di Indonesia.

Baca Juga: Daewoong Gandeng IAI, Perkuat Kompetensi Apoteker dan Edukasi Kesehatan