Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa pasar keuangan domestik mengalami perkembangan positif dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut tercermin dari derasnya modal asing yang masuk ke pasar domestik, yakni mencapai Rp45,92 triliun.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebutkan bahwa nilai tersebut meliputi peningkatan inflows transaksi SRBI nonresiden dan SBN yang pada tanggal 10 dan 11 Juni 2026 masing-masing tercatat sebesar Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun. Selain itu, BI juga mencacat aliran masuk modal asing pada obligasi internasional Danantara yang penjualan perdananya berhasil mencapai Rp26,9 triliun.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tajam, Dibanderol Mulai Rp1,4 Jutaan!

"⁠Pasca kenaikan BI Rate, aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik. Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik," tegas Destry Damayanti dalam keterangan resminya, dikutip Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Pernyataan Terbaru Bank Indonesia Soal Kondisi Nilai Tukar Rupiah, Simak!

Ia menambahkan, perkembangan positif di pasar keuangan mencerminkan respons positif pasar terhadap bauran kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Sejumlah bauran kebijakan yang sudah dilakukan BI meliputi kenaikan BI-Rate menjadi 5,50%, penguatan struktur suku bunga SRBI, pemberian insentif hedging swap bagi investor asing, pembukaan akses repo untuk mendukung likuiditas perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter Rupiah dan valuta asing.

"Langkah-langkah tersebut juga didukung oleh sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah," tambahnya lagi.