Mewakili school partner, Direktur Pendidikan SIT Al Haraki, Ibu Susi P. Krisnawan, turut menyampaikan pandangannya.
“Lewat program seperti AYIMUN, kita sedang mempersiapkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan mampu berkontribusi positif. Sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan mitra global diharapkan membuka lebih banyak kolaborasi internasional demi melahirkan calon pemimpin Indonesia yang berkarakter,” kata Susi.
Dalam konferensi bertema “Securing the Digital Future: Protecting Societies and Empowering the Next Generation” ini, peserta diajak merumuskan solusi atas isu global melalui dua council utama, UNICEF (“Ensuring Quality Education for Every Child” untuk usia 11–14 tahun) dan UNODC (“Mitigating the Worst Impacts of Illicit Online Activities: Illegal Gambling and Cybercrime” untuk usia 15 tahun ke atas).
Pemenang konferensi ini berhak atas beasiswa mengikuti Asia World Model United Nations XV di Bali Nusa Dua Convention Center pada 2–5 Oktober 2026. Diselenggarakan oleh International Global Network (IGN) dengan dukungan Kementerian Pariwisata RI, dua program unggulan IGN, AYIMUN dan AWMUN, telah diikuti lebih dari 30 ribu delegasi dari 180 negara.
Selama sesi simulasi sidang diplomasi dan penyusunan Draft Resolutions, peserta dibimbing oleh para chairs berpengalaman, yaitu Yassine Krouk (Prancis), Najma Ali (Indonesia), Eleonore Novario (Prancis), Disney Jason (Indonesia), Syaqila Binte Suzaini (Singapura), dan Faiza Afelia Maheswari (Indonesia). Setelah sukses di Kelapa Gading, Bekasi, BSD, Pekanbaru, dan Depok, di mana dua di antaranya meraih pengakuan Bintang 3 Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), AYIMUN kini bersiap menggelar seri berikutnya di Bandung (29–30 Agustus 2026) dan Cibubur (26–27 September 2026).