Growthmates, asal perguruan tinggi kerap dianggap menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan peluang seseorang mendapatkan pekerjaan. Namun, reputasi kampus ternyata bukan satu-satunya pertimbangan, terutama ketika seseorang sudah memasuki tahapan karier yang lebih tinggi.

Board of Director PT Kalbe Farma Tbk periode 2015–2021, Djonny Hartono, berpandangan bahwa nama kampus memang dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses awal rekrutmen, tetapi tidak menjadi faktor penentu seseorang diterima bekerja di sebuah perusahaan.

Menurut Djonny, perusahaan dengan cakupan operasional yang luas atau berskala nasional membutuhkan proses screening yang efisien. Dalam kondisi tersebut, reputasi perguruan tinggi dapat digunakan sebagai salah satu filter awal untuk menyaring kandidat, terutama pada posisi entry level.

“Kalau perusahaan yang tersebar, nationwide kayak gini, tentu tidak mudah kalau perusahaan-perusahaan yang menyebar. Kecuali ada perusahaan yang sifatnya di kantor pusatnya di Jakarta atau di kota besar,” kata Djonny, saat berbincang dengan Olenka di Jakarta, belum lama ini.

Djonny mengatakan, penggunaan nama kampus sebagai salah satu filter awal merupakan hal yang cukup wajar karena perusahaan perlu melakukan penyaringan terhadap kandidat dalam jumlah besar.

“Memang wajar, artinya ketika kita melakukan entah job fair atau apa, screening awal memang yang paling mudah yaitu dari kampus yang punya reputasi. Tapi itu hanya filter awal, bukan menentukan akhir,” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa latar belakang pendidikan dari perguruan tinggi ternama tidak secara otomatis menjamin seseorang akan diterima bekerja.

Setelah lolos tahap screening awal, lanjut dia, kandidat tetap harus melewati berbagai proses seleksi untuk mengukur kemampuan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan perusahaan.

Menurutnya, terutama untuk kandidat entry level, perusahaan biasanya masih memiliki berbagai tahapan lanjutan, mulai dari tes hingga penilaian kompetensi.

“Apalagi kalau misalnya kita melihat sebagai shortcut bahwa ya sudah, di awal ambil dulu dengan screening yang memudahkan untuk hiring seperti ini, lalu mulai dilakukan tes-tes lainnya, terutama untuk entry level,” ujar Djonny.

Dengan demikian, kata Djonny, nama besar sebuah perguruan tinggi lebih tepat dipandang sebagai pintu masuk dalam proses seleksi, bukan sebagai tiket otomatis untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Djonny Hartono Berbicara Transparansi Sistem Gaji

Pertimbangan terhadap asal kampus juga dinilai semakin berkurang ketika seseorang telah memiliki pengalaman kerja dan meniti jenjang karier yang lebih tinggi.

Djonny mengatakan, ketika seseorang melamar untuk posisi managerial hingga director, perusahaan akan lebih melihat pengalaman, rekam jejak, kompetensi, serta kontribusi yang dapat diberikan kandidat.

“Tapi ketika masuk ke level managerial, entah ke level director segala macam, sebenarnya itu sudah nggak terlalu berpengaruh,” kata Djonny.

Lantas, apa yang menjadi pertimbangan utama perusahaan?

“Yang berpengaruh apa? Yang berpengaruh pasti background, track record,” ujarnya.

Menurut Djonny, pada level senior, perusahaan bahkan tidak lagi terlalu melihat kandidat berasal dari kampus mana. Pengalaman profesional dan reputasi perusahaan tempat kandidat sebelumnya bekerja justru dapat menjadi pertimbangan yang lebih relevan.

“Artinya bahkan bukan kampusnya, tapi berasal dari company mana, yang punya reputasi baik, yang punya performance baik,” katanya.

Selain pengalaman dan rekam jejak, kompetensi menjadi faktor penting dalam menentukan apakah seorang kandidat layak menempati sebuah posisi.

Dipaparkan Djonny, perusahaan tidak hanya membutuhkan seseorang dengan latar belakang pendidikan tertentu, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap organisasi.

“Kedua, kompetensinya apa? Lalu dia kira-kira kalau kita recruit punya value creation apa? Artinya bisa berkontribusi apa untuk menambah kekurangan yang dimiliki oleh company,” tutup Djonny.

Baca Juga: Kalau Gaji Underpaid, Apakah Langsung Ajukan Resign?