Pertimbangan terhadap asal kampus juga dinilai semakin berkurang ketika seseorang telah memiliki pengalaman kerja dan meniti jenjang karier yang lebih tinggi.

Djonny mengatakan, ketika seseorang melamar untuk posisi managerial hingga director, perusahaan akan lebih melihat pengalaman, rekam jejak, kompetensi, serta kontribusi yang dapat diberikan kandidat.

“Tapi ketika masuk ke level managerial, entah ke level director segala macam, sebenarnya itu sudah nggak terlalu berpengaruh,” kata Djonny.

Lantas, apa yang menjadi pertimbangan utama perusahaan?

“Yang berpengaruh apa? Yang berpengaruh pasti background, track record,” ujarnya.

Menurut Djonny, pada level senior, perusahaan bahkan tidak lagi terlalu melihat kandidat berasal dari kampus mana. Pengalaman profesional dan reputasi perusahaan tempat kandidat sebelumnya bekerja justru dapat menjadi pertimbangan yang lebih relevan.

“Artinya bahkan bukan kampusnya, tapi berasal dari company mana, yang punya reputasi baik, yang punya performance baik,” katanya.

Selain pengalaman dan rekam jejak, kompetensi menjadi faktor penting dalam menentukan apakah seorang kandidat layak menempati sebuah posisi.

Dipaparkan Djonny, perusahaan tidak hanya membutuhkan seseorang dengan latar belakang pendidikan tertentu, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap organisasi.

“Kedua, kompetensinya apa? Lalu dia kira-kira kalau kita recruit punya value creation apa? Artinya bisa berkontribusi apa untuk menambah kekurangan yang dimiliki oleh company,” tutup Djonny.

Baca Juga: Kalau Gaji Underpaid, Apakah Langsung Ajukan Resign?