“Aktivitas olahraga disarankan dilakukan lima kali dalam seminggu, dengan durasi minimal 30 menit setiap sesi. Dari jumlah tersebut, dua sesi sebaiknya berupa latihan beban. Jadi, tidak hanya olahraga kardio seperti lari, tetapi juga perlu meningkatkan massa otot agar pembakaran gula dalam tubuh menjadi lebih optimal,” tuturnya saat ditemui awak media.

Selain itu, kebiasaan buruk juga perlu dihindari, seperti merokok dan gaya hidup sedentari atau kurang bergerak. Untuk pola makan, prinsipnya tetap sama, yakni memperhatikan porsi, pola, serta jenis makanan agar tetap sehat dan seimbang.
Baca Juga: Penderita Diabetes Wajib Tahu, 12 Makanan Ini Diam-diam Bikin Gula Darah Melonjak
Remisi Diabetes Bisa Dilakukan Dalam Jangka Panjang?
Kondisi remisi diabetes bukan hanya dapat dicapai, tetapi juga berpeluang untuk dipertahankan dalam jangka panjang. Selama individu tetap konsisten menjalani pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan rutin berolahraga, kondisi tersebut bisa terus berlanjut.
Meski demikian, pemantauan tetap menjadi hal penting. Pemeriksaan secara berkala, setidaknya setiap tiga bulan, diperlukan untuk memastikan kadar gula darah tetap terkontrol dan kondisi tetap stabil.
“Dengan kondisi hidup sehat, bisa terus-terusnya (melakukan remisi diabetes), tetapi tetap harus dipantau setiap 3 bulan minimal,” imbuh dr. Rudi.