Ketika kadar gula darah dapat terkontrol tanpa obat selama minimal tiga bulan, lanjut dr. Rudi, dan nilai HbA1c berada di bawah 6,5 persen, kondisi tersebut menunjukkan bahwa remisi diabetes memungkinkan untuk dicapai. Artinya, peluang ini terbuka bagi siapa saja, selama pengelolaannya dilakukan dengan baik.

Sementara itu, pada diabetes tipe 1, kondisi yang terjadi berbeda. Tubuh tidak mampu memproduksi insulin atau jumlahnya sangat terbatas, sehingga tetap membutuhkan asupan insulin dari luar.

“Dua-duanya kalau memang mendapatkan kesempatan yang sama dengan pengobatan yang lebih mutakhir  itu berarti dua-duanya juga memiliki kesempatan yang sama untuk  remisi diabetes,” jelasnya.

Baca Juga: Sering Haus dan Lapar? Waspadai Gejala 3P yang Jadi Tanda Awal Diabetes

Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Jalani Remisi Diabetes?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, remisi diabetes ditandai dengan kondisi ketika kadar gula darah dapat tetap terkontrol tanpa bantuan obat selama minimal tiga bulan. Artinya, diabetesi tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar kadar gula darah tidak kembali melonjak.

Rudi pun menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, rutin berolahraga, hingga memastikan waktu istirahat yang cukup.