Diketahui ada empat kapal Pertamina terjebak di Selat Hormuz setelah perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel pecah beberapa pekan lalu. Dari jumlah itu dua diantara telah berhasil dievakuasi. 

Kedua kapal Pertamina yang sudah lolos dari Selat Hormuz adalah International Shipping (PIS) Rinjani dan PIS Paragon. Kedua kapal itu kini sedang dalam pelayaran menuju Tanah Air.

Sementara dua kapal yang masih terjebak adalah PIS Pertamina Pride dan Gamsunoro.

“(Kedua kapal itu) masih berada di Teluk Arab atau Teluk Persia, belum dapat melalui Selat Hormuz," kata Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita.

Menurut Vega, PIS terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memastikan kedua kapal dapat segera melintasi wilayah tersebut secara aman.

Ia menegaskan keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan muatan menjadi prioritas utama perusahaan dalam menghadapi situasi ini.

"Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat," terangnya.