PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) atau ANTAM mencatat kinerja positif pada Semester I 2026 (1H26) dengan capaian laba periode berjalan sebesar Rp6,91 triliun, tumbuh 34% dibandingkan 1H25. ANTAM berhasil mencatatkan pertumbuhan profitabilitas 1H26 dengan capaian laba periode berjalan yang meningkat sebesar 34% atau mencapai sebesar Rp6,91 triliun, dibandingkan capaian laba pada Semester I 2025 (1H25) sebesar Rp5,14 triliun.
Sejalan dengan peningkatan capaian laba periode berjalan, ANTAM mencatatkan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) pada 1H26 sebesar Rp9,62 triliun, meningkat 35% dibandingkan EBITDA 1H25 sebesar Rp7,11 triliun.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tajam, Dibanderol Mulai Rp1,4 Jutaan!
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyampaikan, "Pada 1H26, perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif, didukung oleh penguatan kinerja operasional serta penerapan disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas secara konsisten. Pencapaian tersebut menjadi landasan bagi ANTAM untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence sehingga perusahaan dapat semakin unggul, adaptif, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan."
Pada 1H26, ANTAM mencatatkan laba kotor sebesar Rp10,85 triliun, meningkat 32% dibandingkan 1H25 sebesar Rp8,24 triliun. Sejalan dengan itu, laba usaha pada 1H26 mencapai Rp8,44 triliun, tumbuh 38% dibandingkan capaian pada 1H25 sebesar Rp6,14 triliun.
Kinerja profitabilitas ANTAM pada 1H26 juga didukung oleh kenaikan penghasilan lain-lain sebesar 41% menjadi Rp559,37 miliar, dari Rp395,42 miliar pada 1H25, yang utamanya didukung oleh kenaikan laba selisih kurs dan bagian keuntungan entitas asosiasi.
Capaian tersebut mendorong capaian nilai laba bersih per saham dasar pada 1H26 sebesar Rp265,85 per saham dasar, meningkat 36% dari laba bersih per saham dasar 1H25 sebesar Rp195,43 per saham dasar.
Pada laporan posisi keuangan, ANTAM membukukan kenaikan aset pada 1H26 sebesar 27% atau mencapai sebesar Rp61,27 triliun, dari capaian 1H25 sebesar Rp48,38 triliun. Nilai ekuitas ANTAM pada 1H26 juga meningkat 14% menjadi Rp38,53 triliun, dari Rp33,71 triliun pada 1H25.
ANTAM menjaga posisi likuiditas dengan kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun pada 1H26. Posisi tersebut memberikan financial flexibility bagi ANTAM untuk menjaga kebutuhan operasional, likuiditas, serta mendukung pelaksanaan proyek strategis Perusahaan.
ANTAM mencatatkan penjualan bersih pada 1H26 sebesar Rp62,71 triliun, tumbuh 6% dibandingkan penjualan bersih pada 1H25 sebesar Rp59,02 triliun. Penjualan domestik 1H26 berkontribusi sebesar Rp60,15 triliun atau setara 96% dari total penjualan bersih ANTAM periode 1H26.
"Capaian kinerja operasional ANTAM pada 1H26 merefleksikan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi Perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan," tambah Untung.
Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan ANTAM dengan proporsi 80% terhadap total penjualan ANTAM pada 1H26. Penjualan emas tumbuh 1% menjadi Rp50,39 triliun, dari Rp49,68 triliun pada 1H25. Melalui penguatan strategi pemasaran domestik, volume penjualan emas pada 1H26 mencapai sebesar 18.080 kg (581.286 troy oz.). Sementara produksi emas dari tambang Perusahaan pada 1H26 sebesar 433 kg (13.921 troy oz.).
Sementara itu, segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 17% atau Rp10,41 triliun terhadap total penjualan pada 1H26, meningkat 32% dari Rp7,87 triliun pada 1H25. ANTAM memproduksi 7,78 juta wet metric ton (wmt) sepanjang 1H26, yang ditopang optimalisasi kegiatan penambangan, dengan penjualan bijih nikel sepanjang 1H26 mencapai sebesar 6,77 juta wmt.
ANTAM memproduksi 7.788 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada 1H26, didukung keberlangsungan operasi dan ketersediaan bahan baku. Secara kumulatif, penjualan feronikel pada 1H26 tumbuh 32% menjadi 7.605 TNi dibandingkan 5.763 TNi pada 1H25. Perkembangan penjualan feronikel tersebut, menunjukkan efektivitas pemasaran dan pemenuhan permintaan pelanggan.
Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3% terhadap total penjualan dengan nilai Rp1,88 triliun, meningkat 28% dibandingkan Rp1,46 triliun pada 1H25. Produksi bauksit pada 1H26 mencapai 1,28 juta wmt, sejalan dengan optimalisasi kapasitas, produktivitas tambang, dan permintaan domestik. Sepanjang 1H26, penjualan bauksit tumbuh 24% menjadi 1,26 juta wmt dibandingkan 1,01 juta wmt pada 1H25.
Sejalan dengan optimalisasi operasi pabrik CGA, produksi alumina (chemical grade alumina) pada 1H26 mencapai sebesar 100.257 ton alumina, meningkat 12% dibandingkan capaian produksi alumina pada 1H25 sebesar 89.385 ton alumina. Dari sisi penjualan, tercatat sebesar 100.437 ton alumina, meningkat 10% dibandingkan penjualan alumina pada 1H25 sebesar 91.109 ton alumina.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arini Kasmira, menyampaikan, "Dengan kinerja profitabilitas yang tetap solid secara year-on-year, fokus kami adalah memastikan kinerja tersebut dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, ANTAM terus memperkuat disiplin pengelolaan modal kerja dan persediaan, cash conversion, serta alokasi modal secara prudent. Didukung posisi likuiditas yang tetap terjaga dan portofolio komoditas yang terdiversifikasi, ANTAM memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang kokoh serta fleksibilitas keuangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional, mendukung agenda pertumbuhan, dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan."