Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta penguasa untuk banyak belajar dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama memerintah Indonesia 10 tahun. 

Selama satu dekade memimpin Indonesia SBY kata dia berhasil dalam berbagai aspek termasuk kesuksesan menjaga kondusifitas ketika pengalihan kekuasaan ke tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Baca Juga: Perintah AHY untuk Kader Demokrat: Jaga Perdamaian!

"Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode," kata AHY, dikutip Senin (7/9/2026).

AHY kemudian menyinggung penyelenggara Pemilu yang masih diklaimnya selalu bekerja adil, jujur dan transparan di era SBY. Dia mengatakan pemilu tak boleh hanya sebagai formalitas saja, namun hajatan itu harus berlangsung demokratis. 

"Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur dan penyelenggaraan Pemilu," tegas AHY.

Ia menilai pemerintahan memang harus kuat dan efektif agar mampu menjalankan programnya. Namun, kekuatan tersebut tidak boleh membuat pemerintah tertutup terhadap kritik ataupun menggunakan kekuasaan untuk kepentingan politik praktis.

"Demokrasi yang sehat membutuhkan pemerintahan yang kuat dan efektif, sekaligus terbuka terhadap kritik, menghormati perbedaan, menjunjung hukum, dan selalu siap mempertanggungjawabkan setiap keputusan kepada rakyat," jelasnya.

AHY secara khusus meminta seluruh institusi negara menjaga profesionalitas dan netralitas dalam setiap tahapan Pemilu. Ia menyebut tentara, polisi, intelijen, penegak hukum, pejabat sipil dan seluruh aparatur negara sebagai pihak yang harus menjaga sikap tersebut.

"TNI, Polri, Intelijen, Penegak Hukum, dan seluruh aparatur negara harus profesional dan netral," ungkap AHY.

Tak hanya aparat, penggunaan fasilitas negara juga menjadi perhatian AHY. Ia mengingatkan agar fasilitas milik negara tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis.

"Fasilitas negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan politik praktis," kata AHY.

Menurut AHY, setiap peserta Pemilu juga harus memperoleh kesempatan yang sama. Ia menegaskan kemenangan seharusnya ditentukan oleh kepercayaan rakyat.

"Setiap peserta Pemilu harus memperoleh perlakuan yang adil. Siapa pun yang menang harus menang karena mendapatkan kepercayaan rakyat, dan siapa pun yang kalah harus menghormati kehendak rakyat," tutur AHY.

Baca Juga: Pak Prabowo Mohon Hati-hati! Jokowi Sedang Operasi Pemenggalan Kepala tanpa Kudeta

Ia juga menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan mekanisme checks and balances yang sehat. Dengan demikian, pergantian kekuasaan tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian normal dari sistem demokrasi ketika rakyat menentukan pilihannya.