Eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengklaim ada kelompok atau faksi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tidak benar-benar tegak lurus kepada kepala negara.

Alih-alih berpihak sepenuhnya kepada pemerintahan, faksi itu disebutnya terafiliasi dengan geng Solo, merujuk pada jaringan Presiden terdahulu Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Sutrimo Kepala Rumah Tangga Febrie Adriansyah

Parahnya lagi kata Said Didu, faksi yang berpihak ke Geng Solo membawa sejumlah agenda jahat untuk menggagalkan agenda-agenda penting Prabowo.

Tiga agenda yang dibidik faksi tersebut bersama Geng Solo yakni: menggagalkan upaya pemberantasan korupsi, penertiban oligarki, serta pengembalian aset negara.

"Ada faksi di dalam pemerintahan Prabowo yang memihak ke solo oligarki pacok. Dugaan saya itu yang terjadi," ujar Said Didu dilansir Olenka.id Kamis (30/7/2026).

"Ada faksi di dalam pemerintahan Prabowo yang memihak ke solo geng solo oligarki parcok untuk menggagalkan agenda tiga agenda utama Presiden Prabowo," tambahnya.

 Said Didu kemudian menyinggung kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Kasus yang diungkap Polri ini kata dia juga melibatkan campur tangan Geng Solo.

Dia bahkan mengatakan mereka menggiring opini masyarakat secara sistematis untuk benar-benar menghancurkan Febrie sekaligus menyenggol pemerintahan Prabowo.

"Nah, coba lihat framingnya, menurut saya agak sangat sadis lah. Coba bayangkan, pada saat ketemu emas dan uang di tempatnya Febrie Ardiansyah, langsung dinaikkan berapa jam kemudian bahwa itu adalah emas dan uangnya Sjafrie Sjamsoeddin," terangnya.

Baca Juga: 3 Fakta soal Kematian Janggal Sutrimo yang Diduga Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

"Saya lebih 30 tahun mengenal Sjafrie, saya betul-betul, saya bilang betapa negara ini rusaknya karena hanya framing seseorang.Saya paham dia. Gak mungkin melakukan itu. Kalian boleh berbohong. Kalian boleh berframing. Tapi saya menyatakan, saya paham dia," tambahnya memungkasi.