Growthmates, memasuki usia 30 tahun sering kali memunculkan berbagai pertanyaan yang sebelumnya tidak terpikirkan. Karier mungkin belum sesuai harapan, hubungan masih penuh tanda tanya, atau target hidup terasa belum tercapai.

Tak sedikit orang yang mulai membandingkan dirinya dengan orang lain dan bertanya-tanya apakah mereka sudah berada di jalan yang tepat.

Jika Anda merasakan hal tersebut, Anda tidak sendirian. Fase menjelang usia 30 merupakan masa transisi yang dialami banyak orang. Beruntung, ada sejumlah buku yang mampu menemani perjalanan tersebut.

Melalui kisah-kisah yang inspiratif dan reflektif, buku-buku ini mengajarkan bahwa ketidakpastian bukanlah tanda kegagalan, melainkan bagian dari proses bertumbuh.

Dan, dikutip dari Times Now News, Senin (20/7/2026), berikut 8 buku yang cocok dibaca untuk membantu menghadapi kegelisahan menjelang usia 30 tahun.

1. Shrill karya Lindy West

Memoar karya Lindy West menawarkan perpaduan humor tajam dan refleksi mendalam mengenai penerimaan diri. Ia membahas isu citra tubuh, feminisme, ambisi, hingga rasa percaya diri dengan cara yang jujur dan tanpa basa-basi.

Bagi mereka yang mendekati usia 30, Shrill mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari persetujuan orang lain, melainkan dari keberanian menjadi diri sendiri.

Buku ini menjadi pengingat bahwa proses menerima diri bukan sesuatu yang instan, tetapi layak diperjuangkan.

2. Worry karya Alexandra Tanner

Novel debut Alexandra Tanner menggambarkan kehidupan dewasa modern melalui hubungan dua saudara perempuan yang sama-sama berusaha bertahan di tengah pekerjaan yang tidak menentu, persahabatan yang rumit, dan kecemasan sehari-hari.

Lewat cerita yang tajam sekaligus emosional, Worry memperlihatkan bagaimana kekhawatiran kecil perlahan membentuk cara seseorang menjalani hidup ketika tanggung jawab dewasa mulai datang bertubi-tubi.

3. Conquering Your Quarterlife Crisis karya Alexandra Robbins dan Abby Wilner

Jauh sebelum istilah quarter-life crisis populer, Alexandra Robbins dan Abby Wilner telah membahas fenomena tersebut secara mendalam.

Berbekal hasil wawancara, penelitian, dan kisah nyata, buku ini mengulas berbagai tantangan yang sering muncul setelah lulus kuliah, mulai dari karier, hubungan, identitas diri, hingga kondisi finansial.

Hingga kini, buku ini masih menjadi salah satu referensi paling relevan bagi siapa pun yang merasa tertinggal atau kebingungan menjelang usia 30 tahun.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Buku Keuangan Sesuai Fase Kehidupan agar Finansial Makin Sehat