5. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya sering disebut-sebut sebagai makanan yang berubah menjadi beracun setelah dipanaskan kembali karena kandungan nitratnya. Klaim tersebut terlalu disederhanakan.
Jika sayuran telah dimasak, ditangani dengan benar, dan segera didinginkan, pemanasan kembali tidak otomatis membuatnya berbahaya. Hal yang lebih penting adalah memastikan makanan tidak terlalu lama berada pada suhu yang memungkinkan bakteri berkembang.
Dari sisi kualitas, sayuran berdaun memang dapat mengalami perubahan tekstur ketika dipanaskan menggunakan microwave. Bayam, misalnya, bisa menjadi sangat lembek dan berair. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, gunakan daya lebih rendah dan hindari pemanasan berulang dalam waktu lama.
6. Makanan yang Digoreng
Pakoda, samosa, ayam goreng, kentang goreng, dan berbagai makanan berlapis tepung lainnya sebenarnya dapat dipanaskan kembali. Namun, microwave bukan metode terbaik jika Anda ingin mempertahankan tekstur renyah.
Microwave bekerja dengan memanaskan molekul air di dalam makanan. Uap yang terbentuk kemudian dapat membuat lapisan luar makanan goreng menjadi lembek dan kenyal.
Jika ingin mengembalikan kerenyahannya, oven, air fryer, atau wajan biasanya memberikan hasil yang lebih baik. Metode tersebut memungkinkan bagian luar kembali garing tanpa membuat makanan terlalu lembek.
7. Ikan dan Makanan Laut
Ikan dan makanan laut yang sudah dimasak dapat dipanaskan kembali selama sebelumnya disimpan dengan benar. Namun, microwave dapat membuat daging ikan yang lembut menjadi cepat kering dan kenyal jika dipanaskan terlalu lama.
Untuk mempertahankan kelembapan, Anda dapat menambahkan sedikit air, kaldu, atau saus sebelum memanaskannya. Susun potongan ikan atau makanan laut secara merata di dalam wadah, kemudian gunakan daya lebih rendah dengan interval pemanasan yang singkat.
Menutup wadah juga dapat membantu mempertahankan kelembapan. Setelah selesai dipanaskan, diamkan makanan sejenak agar panas tersebar lebih merata.
Yang tidak kalah penting, pastikan sisa makanan dipanaskan hingga mencapai sekitar 74°C secara merata sebelum dikonsumsi.
8. Daging Olahan
Sosis, hot dog, dan berbagai jenis daging olahan lainnya dapat mengalami pemanasan yang tidak merata di dalam microwave. Kandungan lemak dan garam yang tinggi juga dapat membuat teksturnya menjadi lebih keras atau kenyal ketika terlalu lama dipanaskan.
Namun, bukan berarti daging olahan tidak boleh dipanaskan menggunakan microwave. Jika penyimpanannya benar, makanan tersebut tetap dapat dipanaskan kembali.
Untuk kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit akibat makanan, makanan seperti daging olahan perlu dipanaskan hingga benar-benar panas sebelum dikonsumsi.
Baca Juga: Dokter Ungkap 2 Makanan yang Dianggap Sehat untuk Anak tapi Perlu Dibatasi, Apa Saja?