Growthmates, protein selama ini identik dengan menu para atlet, binaragawan, atau mereka yang rutin berolahraga.

Padahal, nutrisi ini sebenarnya dibutuhkan oleh semua orang untuk membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta mendukung berbagai fungsi penting, mulai dari metabolisme hingga daya tahan tubuh.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola makan sehat, makanan tinggi protein kini semakin populer di luar komunitas kebugaran.

Berkat media sosial, berbagai resep kreatif membuat bahan-bahan kaya protein lebih mudah diolah menjadi menu sarapan, makan siang, camilan, hingga hidangan penutup yang lezat dan praktis.

Dikutip dari Times Now News, Senin (6/7/2026), berikut 8 makanan kaya protein yang sedang menjadi favorit banyak orang.

1. Greek Yogurt

Greek yogurt menjadi salah satu makanan tinggi protein yang paling banyak digemari.

Dibuat melalui proses penyaringan yang menghilangkan sebagian cairan whey, yogurt ini memiliki tekstur lebih kental sekaligus kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa.

Dalam setiap 100 gram, yogurt Yunani mengandung sekitar 10 gram protein. Selain nikmat disantap sebagai menu sarapan, bahan ini juga sering diolah menjadi smoothie, parfait, saus salad, saus celup, hingga campuran adonan kue.

2. Keju Cottage

Keju cottage kembali populer setelah banyak digunakan dalam berbagai resep sehat yang viral di media sosial. Teksturnya lembut dengan rasa yang ringan sehingga mudah dipadukan dengan berbagai hidangan.

Setiap 100 gram keju cottage mengandung sekitar 11–13 gram protein, terutama protein kasein yang dicerna lebih lambat sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama.

Tak heran jika keju ini sering dijadikan olesan roti, campuran telur, saus, hingga bahan dasar dessert yang lembut dan creamy.

3. Edamame

Edamame atau kedelai muda kini tak lagi hanya menjadi pelengkap hidangan Jepang. Banyak orang menjadikannya sebagai camilan sehat, isi salad, hingga pelengkap nasi dan tumisan.

Selain kaya serat, folat, dan zat besi, edamame juga merupakan sumber protein nabati yang baik. Dalam 100 gram edamame terdapat sekitar 11 gram protein. Rasanya yang gurih membuatnya enak dinikmati hangat maupun dingin.

Baca Juga: 7 Makanan yang Perlu Dihindari Penderita PCOS agar Hormon Tetap Stabil

4. Tofu

Tofu menjadi salah satu sumber protein nabati yang semakin diminati karena harganya terjangkau, mudah diolah, dan cocok dipadukan dengan hampir semua jenis masakan.

Terbuat dari kedelai, tofu termasuk protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Kandungan proteinnya berkisar antara 8 hingga 17 gram per 100 gram, tergantung jenisnya. Dengan cita rasa yang netral, tofu dapat diolah menjadi tumisan, kari, sandwich, taco, bahkan makanan penutup.

5. Telur

Telur tetap menjadi pilihan favorit bagi banyak orang berkat kandungan gizinya yang lengkap dan harganya yang relatif terjangkau.

Satu butir telur mengandung sekitar 6–7 gram protein serta berbagai nutrisi penting seperti kolin, vitamin D, selenium, dan vitamin B12.

Tak hanya untuk sarapan, telur kini banyak digunakan dalam salad, wrap, sandwich, rice bowl, hingga menu makan malam yang praktis.

6. Quinoa

Quinoa semakin sering hadir dalam menu sehat karena kandungan nutrisinya yang lengkap. Meski sering dianggap sebagai biji-bijian, quinoa sebenarnya merupakan biji semu (pseudocereal) yang memiliki keunggulan sebagai sumber protein nabati lengkap.

Selain protein, quinoa juga kaya serat, magnesium, fosfor, dan antioksidan. Banyak orang menggantikan nasi dengan quinoa untuk membuat salad, rice bowl, lauk pendamping, maupun isian sayuran.

7. Tuna Kalengan

Tuna kalengan menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang ingin menambah asupan protein tanpa harus memasak dalam waktu lama.

Selain tinggi protein, tuna juga mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak. Masa simpannya yang panjang membuat tuna kalengan mudah disimpan sebagai stok makanan. Bahan ini dapat diolah menjadi sandwich, salad, pasta, wrap, maupun rice bowl.

8. Kacang Arab (Chickpeas)

Kacang arab atau chickpeas kini tak hanya dikenal sebagai bahan utama hummus. Popularitasnya meningkat berkat fleksibilitas penggunaannya dalam berbagai jenis masakan.

Kacang ini kaya protein, serat, mangan, serta folat sehingga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Chickpeas dapat dipanggang menjadi camilan renyah, dicampurkan ke dalam kari, salad, pasta, atau hidangan berbasis biji-bijian. Bahkan, tepung kacang arab kini banyak digunakan sebagai alternatif bebas gluten untuk berbagai resep makanan.

Baca Juga: Makanan Favorit 6 Miliarder Dunia, Lebih Sederhana dari yang Anda Kira