Larry Page dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri teknologi sekaligus otak di balik lahirnya Google.
Kesuksesannya membangun perusahaan teknologi raksasa dunia tidak lepas dari pola pikir inovatif, keberanian bereksperimen, dan visi jangka panjang terhadap masa depan teknologi.
Di balik perjalanan tersebut, buku menjadi salah satu sumber inspirasi penting bagi Page.
Berbagai bacaan yang ia rekomendasikan banyak membahas rasa ingin tahu, sains, kepemimpinan, hingga tantangan membangun perusahaan teknologi.
Dan, dikutip dari Times Now News, Jump (13/2/2026), berikut 8 buku yang disebut-sebut memberi pengaruh besar terhadap cara berpikir Larry Page dan dapat menjadi inspirasi bagi siapa pun yang ingin berinovasi di era digital.
1. Surely You’re Joking, Mr. Feynman! karya Richard Feynman
Buku ini merupakan kumpulan kisah hidup fisikawan peraih Nobel, Richard Feynman, yang dikenal cerdas sekaligus nyentrik.
Melalui berbagai cerita petualangannya, Feynman menunjukkan bahwa rasa ingin tahu adalah kunci untuk menemukan hal-hal baru.
Semangat eksplorasi dan keberanian mempertanyakan hal-hal yang dianggap biasa inilah yang sejalan dengan karakter inovatif Larry Page dalam membangun Google.
2. Snow Crash karya Neal Stephenson
Novel fiksi ilmiah ini menggambarkan dunia masa depan yang sangat dipengaruhi teknologi digital, realitas virtual, dan dominasi informasi sebagai komoditas utama.
Konsep tentang data, dunia virtual, dan pengaruh teknologi terhadap masyarakat menjadi tema yang sangat relevan dengan bisnis Google yang berfokus pada pengelolaan informasi global.
Buku ini menunjukkan ketertarikan Page pada gagasan futuristik yang mendorong batas teknologi.
3. Measure What Matters karya John Doerr
Buku karya investor ternama John Doerr ini membahas metode Objectives and Key Results (OKR), sistem penetapan tujuan yang membantu organisasi mencapai target ambisius secara terukur.
Sistem OKR sendiri diterapkan di Google sejak awal pertumbuhan perusahaan dan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga fokus serta produktivitas tim.
Buku ini menekankan pentingnya visi besar yang didukung target yang jelas dan terukur.
4. The Hard Thing About Hard Things karya Ben Horowitz
Ben Horowitz berbagi pengalaman nyata dalam membangun perusahaan teknologi, termasuk keputusan-keputusan sulit yang harus diambil seorang pemimpin, mulai dari krisis perusahaan hingga pemutusan hubungan kerja.
Buku ini memperlihatkan sisi keras dunia startup dan pentingnya ketahanan mental dalam menjalankan bisnis teknologi, sesuatu yang juga dialami para pendiri perusahaan besar seperti Larry Page.
Baca Juga: 12 Buku Rekomendasi Bos Spotify untuk Mengasah Cara Berpikir dan Karier
5. My Inventions: The Autobiography of Nikola Tesla karya Nikola Tesla
Autobiografi Nikola Tesla menghadirkan kisah salah satu penemu paling berpengaruh dalam sejarah teknologi modern, termasuk pengembangan sistem listrik arus bolak-balik.
Kisah Tesla memperlihatkan dedikasi tanpa henti terhadap ilmu pengetahuan dan inovasi. Semangat penemuan inilah yang menjadi inspirasi bagi banyak inovator teknologi, termasuk Larry Page.
6. What Do You Care What Other People Think? karya Richard P. Feynman
Dalam buku lanjutan kisah hidupnya, Feynman menekankan pentingnya berpikir independen dan tidak mudah terpengaruh tekanan sosial.
Pendekatan berpikir bebas dan kritis seperti ini sangat penting dalam membangun budaya inovasi di perusahaan teknologi, di mana ide-ide baru sering kali muncul dari keberanian melawan cara berpikir konvensional.
7. The Pleasure of Finding Things Out karya Richard P. Feynman
Buku ini berisi kumpulan wawancara, esai, dan pidato Feynman mengenai kegembiraan menemukan sesuatu melalui sains.
Feynman menunjukkan bahwa proses mencari tahu sering kali lebih penting daripada sekadar hasil akhir.
Filosofi ini sejalan dengan semangat eksperimen dan pengembangan teknologi yang terus dilakukan Google.
8. QED: The Strange Theory of Light and Matter karya Richard P. Feynman
Dalam buku ini, Feynman menjelaskan konsep elektrodinamika kuantum dengan cara yang bisa dipahami orang awam.
Kemampuannya menyederhanakan konsep rumit menunjukkan bagaimana sains dapat dikomunikasikan secara efektif.
Bagi Larry Page, pemahaman terhadap konsep ilmiah mendasar menjadi fondasi untuk mengubah ide abstrak menjadi teknologi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Baca Juga: CEO Google Ungkap 3 Kunci Sukses Memimpin Tanpa Korbankan Tim