Setelah menyelesaikan rangkaian proses rekrutmen petugas jaga lintasan (PJL), KAI Properti melanjutkan tahapan penyiapan personel melalui pembekalan dan sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari tahapan kelengkapan prosedur pelatihan sebelum menjalankan tugas di lapangan.

Sebanyak 748 peserta dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan PJL di berbagai wilayah operasional KAI. Para peserta tersebut sebelumnya telah melalui rangkaian proses seleksi yang mencakup seleksi administrasi, seleksi psikologi, seleksi wawancara, hingga seleksi kesehatan untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan tugas PJL.

Saat ini, para peserta yang lolos memasuki tahap sertifikasi kompetensi. Hingga 21 September 2026, sebanyak 98 peserta telah masuk jadwal uji kompetensi, sementara 650 peserta lainnya dijadwalkan mengikuti proses sertifikasi pada 21–25 September 2026. Pelaksanaan sertifikasi dilakukan melalui enam tempat uji kompetensi yang tersebar di 13 area dengan target seluruh proses sertifikasi selesai pada 25 September 2026.

Baca Juga: KAI Logistik dan Bogantara Indo Transport Teken Kerja Sama Pengiriman Hasil Bumi, Pangan, dan Ternak

Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan proses sertifikasi PJL dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang dibutuhkan sebelum menjalankan tanggung jawab di lapangan.

"Proses menjadi PJL tidak berhenti setelah peserta dinyatakan lolos seleksi. Setiap peserta perlu melalui tahapan pembekalan dan sertifikasi kompetensi agar memiliki kesiapan dalam menjalankan tugas sesuai standar keselamatan yang berlaku," ujar Bramantya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Sebelumnya, KAI Properti telah menyelesaikan rangkaian rekrutmen PJL dengan jumlah pelamar mencapai ribuan peserta. Dari proses seleksi tersebut, peserta yang lolos kemudian mengikuti tahapan lanjutan berupa pengenalan tugas, pelatihan, hingga proses sertifikasi yang saat ini sedang dilakukan, sebelum ditempatkan sesuai kebutuhan wilayah untuk bertugas.

Selain menyiapkan sumber daya manusia, KAI Properti terus melanjutkan pembangunan fasilitas pendukung keselamatan pelintasan sebidang. Dari target 190 lokasi pembangunan gardu JPL, hingga 21 September 2026 pekerjaan konstruksi telah berjalan di 181 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah operasional KAI, atau telah mencapai 95,2% progress.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari program peningkatan fasilitas keselamatan pelintasan sebidang yang mencakup penyediaan gardu JPL dan berbagai perlengkapan pendukung operasional. Dengan tersedianya fasilitas yang memadai serta petugas yang memiliki kompetensi sesuai standar, kesiapan pengamanan pelintasan dapat terus ditingkatkan.

Bramantya menambahkan, peningkatan keselamatan pelintasan sebidang membutuhkan dukungan yang berjalan secara menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia.

"Fasilitas penjagaan dan kesiapan petugas merupakan dua hal yang saling mendukung dalam menjaga keselamatan perlintasan sebidang. Karena itu, KAI Properti memastikan pembangunan fasilitas pendukung terus dilakukan bersamaan dengan penyiapan kompetensi PJL," tambah Bramantya.

Melalui proses sertifikasi kompetensi PJL dan pembangunan fasilitas keselamatan pelintasan sebidang, KAI Properti terus mendukung kesiapan operasional perkeretaapian dengan memastikan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung tersedia sesuai kebutuhan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI Properti dalam mendukung terciptanya pelintasan sebidang yang aman serta mendukung perjalanan kereta api yang andal.