Siapa yang bakal menjadi pendamping Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029? Atau justru muncul sebagai rival yang siap menantangnya? Peta politik menuju kontestasi lima tahunan itu mulai menarik perhatian, terlebih setelah pengamat politik Adi Prayitno menyebut tujuh nama yang dinilai berpotensi berada di salah satu dari dua posisi tersebut.
Ketujuh tokoh itu adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPR RI Puan Maharani, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Menurut Adi, nama-nama tersebut memiliki peluang untuk masuk dalam bursa calon presiden maupun calon wakil presiden pada Pilpres 2029. Artinya, mereka bukan hanya berpotensi menjadi pasangan Prabowo, tetapi juga bisa berada di kubu yang berseberangan dengan Presiden.
Baca Juga: Siap-Siap! Bantuan Rp900 Ribu dari Prabowo Segera Cair...
Adi menyampaikan pandangannya melalui kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Minggu (25/10/2026). Ia melihat sejumlah nama masih dinilai publik cocok untuk mendampingi Prabowo, meskipun peluang mereka untuk maju sebagai calon presiden juga tetap terbuka.
"AHY begitu pun Gibran termasuk juga PDIP. Itu adalah yang saya sebut lima kemungkinan poros yang sangat mungkin akan maju di 2029 yang akan head to head dengan Pak Prabowo Subianto atau kemungkinan bisa menjadi calon wakil Pak Prabowo Subianto," ujar Adi.
Ia menjelaskan, kecenderungan sejumlah survei menunjukkan nama-nama seperti Dedi Mulyadi, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Puan Maharani, Gibran Rakabuming Raka, hingga Pramono Anung masih dianggap layak jika dipasangkan dengan Prabowo.
"Karena kalau kita melihat dalam kecenderungan rata-rata survei baik nama KDM, kemudian Anies Baswedan, kemudian Ganjar Pranowo, Puan Maharani, kemudian Gibran Rakabuming Raka termasuk juga Pramono Anung, dalam benak publik itu masih dianggap cocok jika menjadi calon wakil presiden Pak Prabowo Subianto untuk maju di 2029," lanjutnya.
Baca Juga: Dengar Nih! Nggak Mungkin Prabowo Pecat Wapresnya...
Namun, bursa tersebut belum bisa dibaca sebagai daftar calon yang sudah pasti akan maju. Dinamika politik masih dapat berubah, termasuk arah dukungan partai, pembentukan koalisi, dan keputusan masing-masing tokoh menjelang pemilihan.
Adi menilai posisi para tokoh di luar Prabowo masih terbuka. Mereka bisa saja diproyeksikan sebagai calon presiden, tetapi pada saat yang sama tetap diperhitungkan sebagai calon wakil presiden.
"Jadi nama-nama di luar Pak Prabowo Subianto itu satu sisi diproyeksikan sebagai calon presiden tapi namanya juga muncul sebagai calon wakil presiden yang juga potensial maju di 2029. Tinggal kita tunggu bagaimana dinamika politiknya ke depan," tandasnya.
Dengan Pilpres 2029 yang masih berada di depan mata, pertanyaan besarnya bukan hanya siapa yang akan mendampingi Prabowo, melainkan juga siapa yang nantinya memilih jalan berbeda dan menjadi penantangnya.
Tujuh nama tersebut masih sebatas pemetaan pengamat, tetapi dinamika politik ke depan akan menentukan siapa yang benar-benar masuk gelanggang.