Growthmates, pola makan sehari-hari memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti kanker.

Namun, bukan berarti setiap makanan yang dianggap berisiko harus dihindari sepenuhnya.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, menegaskan bahwa kuncinya adalah mengonsumsi makanan secara bijak dan tidak berlebihan.

"Bukan tidak boleh sama sekali, namun lebih mindful dan batasi," tutur dr. Nadhira, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Kamisa (16/7/2026).

Menurut dr. Nadhira, ada sejumlah makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering karena dapat meningkatkan paparan zat-zat yang berpotensi memicu kanker atau memperburuk peradangan dalam tubuh.

1. Gorengan yang Digoreng dengan Minyak Jelantah

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah gorengan yang dimasak menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang kali. Minyak yang sudah rusak dapat menghasilkan berbagai senyawa berbahaya akibat proses oksidasi.

"Ciri minyak sudah tidak layak adalah berbusa, berwarna gelap, dan berbau. Ganti minyak secara rutin, dan hindari gorengan yang jelas sudah digoreng di minyak hitam," kata dr. Nadhira.

Mengganti minyak secara berkala dan memilih makanan yang dimasak dengan minyak segar menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan senyawa berbahaya.

2. Jus Buah yang Ditambah Susu Kental Manis

Meski terlihat sehat, jus buah yang kehilangan serat dan ditambah susu kental manis justru dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Menurut dr. Nadhira, jus tanpa serat menyebabkan spike fruktosa yang dapat memicu inflamasi.

“Jus yang ditambah susu kental manis, kandungan added sugar menjadi berlebihan. Lebih baik blender buah utuh tanpa tambahan gula atau susu kental manis,” bebernya.

Karenanya, lanjut dr. Nadhira, mengonsumsi buah utuh atau hasil blender tanpa disaring akan mempertahankan kandungan serat yang membantu memperlambat penyerapan gula.

3. Sarapan Tinggi Indeks Glikemik

Selanjutnya, beberapa menu sarapan yang tampak biasa ternyata memiliki indeks glikemik yang sangat tinggi sehingga membuat kadar gula darah melonjak dengan cepat.

"Sarapan yang kelihatan biasa saja ini punya glycemic index hampir setara gula pasir murni, artinya gula darah langsung naik tajam setiap pagi. Lebih baik ganti dengan roti gandum utuh, sumber lemak sehat, dan buah segar," jelas dr. Nadhira.

Karenanya, kata dr. Nadhira, memilih sumber karbohidrat utuh dan menambahkan protein maupun lemak sehat dapat membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil.

Baca Juga: Kisah Dahlan Iskan Survive dari Kanker Hati Stadium IV