Popularitas sebagai figur publik ternyata tidak selalu menjamin kesuksesan dalam berbisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah usaha milik artis Indonesia harus menghentikan operasionalnya setelah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan bisnis, perubahan tren pasar, hingga persoalan internal perusahaan.
Terbaru, bisnis minuman Menantea milik YouTuber dan edukator Jerome Polin resmi menghentikan operasionalnya pada April 2026. Sebelumnya, beberapa bisnis milik selebritas lain juga telah lebih dulu menutup gerainya.
Mengutip dari berbagai sumber pada Jumat (17/07/2026), berikut daftar bisnis artis yang sudah tidak lagi beroperasi.
1. Menantea milik Jerome Polin
Menantea resmi menghentikan operasional seluruh gerainya pada 25 April 2026. Jerome Polin mengungkapkan bisnis yang dirintisnya mengalami kerugian sekitar Rp38 miliar, sehingga keputusan menutup usaha menjadi langkah yang harus diambil.
2. Lumiere milik Ashanty
Ashanty menutup seluruh 15 gerai toko kue Lumiere pada 31 Juli 2025, setelah beroperasi selama sekitar enam tahun. Saat itu, Ashanty menjelaskan keputusan tersebut bukan disebabkan masalah keuangan, melainkan persoalan internal perusahaan. Penutupan gerai juga berdampak pada sekitar 200 karyawan.
Baca Juga: Perjalanan Bisnis ZAP: Berawal dari Home Service, Kini Jadi Jaringan Klinik Kecantikan Nasional
3. RANS Nusantara Hebat milik Raffi Ahmad dan Kaesang Pangarep
Restoran RANS Nusantara Hebat menghentikan operasionalnya mulai 28 Februari 2025. Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi perusahaan. Saat itu, manajemen juga memastikan pelanggan yang masih memiliki voucher dapat melakukan penukaran sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Nasi Bejeg milik Ussy Sulistiawaty
Usaha kuliner Nasi Bejeg yang pernah ramai dikunjungi di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, juga akhirnya tutup. Ussy Sulistiawaty mengaku berat mengambil keputusan tersebut. Sebelumnya, ia juga telah menutup beberapa bisnis kuliner lain, seperti Lurik Coffee & Kitchen, Bakoel Ussy, dan Yimmieeh Ussy.
Baca Juga: Punya 74 Cabang Tanpa Franchise, Ini Strategi dr. Oky Pratama Bangun Bisnis Bening's Clinic
5. Geprek Bensu milik Ruben Onsu
Geprek Bensu pernah menjadi salah satu jaringan ayam geprek terbesar di Indonesia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, jumlah gerainya terus berkurang hingga hanya menyisakan sedikit cabang yang masih beroperasi. Meski belum ada pengumuman penutupan secara menyeluruh, penyusutan jumlah gerai menjadi perhatian publik.
6. Kuenya Ayu milik Ayu Ting Ting
Mengikuti tren bisnis "kue artis" yang populer pada 2017, Ayu Ting Ting meluncurkan Kuenya Ayu di sejumlah kota. Namun, bisnis tersebut hanya bertahan sekitar dua tahun sebelum akhirnya berhenti beroperasi pada 2019.
Baca Juga: Strategi Bisnis Guardian dan IKEA di 2026 Incar Pertumbuhan yang Berkelanjutan
7. Mango Bomb milik Raffi Ahmad dan Rudy Salim
Minuman berbahan dasar mangga ini sempat menjadi salah satu merek minuman kekinian yang cukup populer sejak diluncurkan pada 2017. Namun, seiring meredupnya tren minuman tersebut, aktivitas bisnis Mango Bomb tidak lagi terdengar dan gerai-gerainya sudah tidak beroperasi.
Fenomena tutupnya sejumlah bisnis artis menunjukkan bahwa membangun usaha tidak hanya bergantung pada popularitas pemiliknya. Keberlanjutan bisnis juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti strategi bisnis, inovasi produk, pengelolaan operasional, hingga kemampuan beradaptasi dengan perubahan tren dan kebutuhan pasar.