3. Berceritalah
Buffett juga menunjukkan kekuatan cerita dalam menjelaskan sebuah gagasan.
Dalam suratnya, ia menceritakan Pete Liegl, pemilik perusahaan manufaktur RV yang menjual bisnisnya kepada Berkshire. Ketika Buffett bertanya berapa gaji yang diinginkannya untuk tetap memimpin perusahaan tersebut, Liegl mengusulkan US$100.000 setelah sebelumnya memeriksa laporan keuangan Berkshire.
"Saya tidak ingin berpenghasilan lebih besar daripada atasan saya," ujar Liegl.
Liegl kemudian menunjukkan kinerja luar biasa selama 19 tahun. Dari kisah tersebut, Buffett menekankan pentingnya menemukan orang yang tepat dalam bisnis.
Kesalahan dalam merekrut karyawan atau memilih mitra memang tidak selalu dapat dihindari. Namun, menurut Buffett, ‘satu keputusan tepat saja bisa memberikan dampak luar biasa seiring berjalannya waktu’.
Cerita membuat sebuah prinsip yang abstrak menjadi lebih nyata sekaligus lebih mudah diingat.
4. Gunakan analogi
Buffett dikenal sebagai komunikator yang gemar menggunakan analogi untuk menjelaskan konsep bisnis.
Salah satu yang paling terkenal adalah economic moat, yang menggambarkan keunggulan kompetitif perusahaan seperti parit pertahanan di sekeliling kastel.
Dalam surat 2025, ia kembali menggunakan berbagai metafora. Ketika membahas keputusan untuk berpisah dengan manajer yang kinerjanya buruk, misalnya, Buffett mengatakan hal itu ‘bisa menimbulkan rasa sakit yang melampaui dampak finansialnya, rasa sakit yang bisa menyamai pedihnya kegagalan dalam pernikahan’.
Ia juga mengutip istilah Charlie Munger, 'mengisap jempol', untuk menggambarkan kecenderungan menunda penyelesaian masalah dengan berharap persoalan tersebut akan hilang dengan sendirinya.
Sementara itu, keberhasilan investasi jangka panjang Berkshire digambarkan membuat ‘mesin kasir berbunyi nyaring layaknya lonceng gereja’.
Analogi membuat konsep yang rumit dan abstrak lebih mudah dipahami karena menghubungkannya dengan sesuatu yang sudah familiar bagi pembaca.
5. Visualisasikan angka
Angka besar sering kali sulit dipahami hanya dengan melihat nominalnya. Buffett membantu pembaca mendapatkan perspektif dengan mengubah angka tersebut menjadi gambaran yang lebih nyata.
Ia menjelaskan bahwa pembayaran pajak Berkshire Hathaway sebesar US$26,8 miliar pada 2024 merupakan pembayaran pajak terbesar yang pernah diterima pemerintah AS dari satu perusahaan.
Untuk menggambarkan besarnya jumlah tersebut, Buffett menulis, ‘Jika Berkshire mengirimkan cek senilai $1 juta ke kas negara setiap 20 menit sepanjang tahun 2024, bayangkanlah 366 hari dan malam karena tahun 2024 adalah tahun kabisat—kita tetap akan memiliki utang dalam jumlah besar kepada pemerintah federal pada akhir tahun’.
Daripada sekadar menyebut nominal, Buffett membantu pembaca membayangkan skalanya. Pelajarannya, ketika sebuah angka penting, komunikator sebaiknya memberikan konteks agar audiens dapat memahami maknanya.
6. Bagikan kebijaksanaan
Di usia 94 tahun, Buffett memiliki pengalaman panjang dalam bisnis dan investasi. Ia pun menggunakan surat tersebut untuk membagikan sejumlah pemikiran yang lebih luas tentang kehidupan dan manusia.
"Pujilah seseorang dengan menyebut namanya, namun kritiklah berdasarkan kategori,” tulisnya.
Ia juga mengingatkan, ‘Jika Anda mulai membohongi para pemegang saham, tak lama kemudian Anda akan memercayai omong kosong Anda sendiri dan akhirnya membohongi diri sendiri juga’.
Tentang pendidikan dan bakat, Buffett mengatakan, ‘Saya tidak pernah melihat di mana seorang kandidat menempuh pendidikan. Tidak pernah... Saya mengamati bahwa sebagian besar bakat dalam dunia bisnis adalah bawaan lahir, faktor alamiah jauh lebih dominan dibandingkan faktor lingkungan atau pendidikan’.
Pesan Buffett teraebut adalah seseorang tidak perlu menunggu hingga berusia 94 tahun untuk membagikan kebijaksanaan. Pengalaman, keberhasilan, kegagalan, maupun proses belajar yang telah dilalui dapat menjadi pelajaran bagi orang lain.
Baca Juga: Cara Warren Buffett Menguji Keputusan agar Tak Merusak Reputasi