Mitos 3: Wanita bertubuh ramping dan bugar tidak mungkin terkena penyakit jantung
Fakta: Penampilan fisik tidak selalu mencerminkan kesehatan jantung.
Wanita bertubuh ramping tetap dapat mengalami hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi. Faktor genetik, merokok, pola makan tidak sehat, stres kronis, dan kurang aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko.
“Menjalani gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi tentu sangat membantu. Namun, faktor risiko lain seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan riwayat keluarga juga memegang peranan besar,” beber Dr. Kumar.
Karena itu, tubuh yang terlihat sehat bukan alasan untuk mengabaikan pemeriksaan kesehatan.
Mitos 4: Jika tidak mengalami nyeri dada hebat, berarti tidak ada masalah jantung
Fakta: Mitos ini dapat menyebabkan keterlambatan pertolongan.
Serangan jantung pada wanita tidak selalu ditandai nyeri dada. Gejalanya dapat berupa sesak napas, kelelahan tidak biasa, mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut, serta nyeri pada punggung, bahu, leher, atau rahang.
“Bukan berarti Anda tidak mengalami gejala, hanya saja gejalanya berbeda dari yang selama ini Anda bayangkan,” kata Dr. Kumar.
Gejala seperti sesak napas atau mual kerap dianggap sebagai kelelahan atau gangguan pencernaan. Karena itu, perubahan kondisi tubuh yang muncul tiba-tiba atau terasa tidak biasa perlu diperhatikan.
Mitos 5: Jika memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, tidak ada yang bisa dilakukan
Fakta: Riwayat keluarga memang meningkatkan risiko, tetapi bukan berarti masa depan seseorang sudah ditentukan.
“Jangan menyerah pada riwayat keluarga Anda. Lakukan sesuatu,” tegas Dr. Kumar.
Upaya pencegahan tetap dapat dilakukan dengan mengendalikan tekanan darah, kolesterol dan gula darah, menjaga berat badan, aktif bergerak, menerapkan pola makan sehat, serta menghindari rokok.
“Seseorang mungkin memiliki profil genetik yang sangat baik, namun bisa jadi memiliki kondisi kronis lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan berat badan, atau kebiasaan merokok. Wanita pascamenopause cenderung lebih rentan terkena penyakit jantung, jadi hal-hal itulah yang perlu diperhatikan,” pungkasnya.
Baca Juga: Benarkah Telapak Tangan Berkeringat Dingin Tanda Penyakit Jantung? Begini Kata Dokter Tirta