Rencana pembatasan pembelian BBM Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9-10 mulai mendapat perhatian. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal rencana tersebut.
Purbaya mengatakan pemerintah masih menyiapkan sistem yang akan digunakan untuk menerapkan pembatasan penyaluran Pertalite berdasarkan kelompok desil masyarakat.
“Kita lihat kondisi seperti apa yang kebanyakan dari masyarakat. Tapi kita semua siapkan sistemnya,” kata Purbaya dalam wawancara, Rabu (26/8/2026).
Pemerintah, kata Purbaya, belum akan terburu-buru menerapkan kebijakan tersebut. Pembatasan baru akan dijalankan setelah sistem yang dibutuhkan benar-benar siap.
Baca Juga: Purbaya Bantah Pembelian Pertalite Bakal Diperketat, Tapi...
“Nanti kalau sudah siap ya sudah kita jalankan,” ujarnya.
Meski demikian, Purbaya memberi sinyal bahwa pembatasan berdasarkan desil tidak akan diberlakukan secara kaku kepada seluruh masyarakat. Pemerintah masih akan melihat kondisi yang terjadi di lapangan.
“Kalau yang gitu kan pasti nggak semuanya. Beberapa orang kalau ada masalah kita... kita akan handle case-by-case,” jelas Purbaya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat yang masuk desil 9-10 belum tentu secara otomatis kehilangan akses untuk membeli Pertalite. Pemerintah masih menyiapkan mekanisme untuk menangani kondisi tertentu secara kasus per kasus.
Selain sistem, persoalan data sosial ekonomi juga menjadi perhatian pemerintah. Purbaya mengatakan pemerintah masih menunggu data terbaru sebelum mengambil langkah lebih lanjut terkait pembatasan Pertalite berdasarkan desil.
Baca Juga: Janji Purbaya untuk Masyarakat NTT: Dari Bantuan hingga Anggaran Tambahan untuk Pulih dari Bencana
Kesiapan data dinilai penting agar kebijakan tersebut benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang tepat. Pemerintah pun masih melakukan perbaikan terhadap data desil sebelum kebijakan diterapkan.
Dengan begitu, rencana pembatasan Pertalite untuk desil 9-10 belum langsung berlaku. Pemerintah masih menggodok sistem dan menunggu kesiapan data sebelum aturan tersebut dijalankan.