-
Meningkatkan Kualitas Hidup
Grounding juga bisa dilakukan menggunakan alas atau lembaran khusus yang dirancang untuk mensimulasikan kontak dengan energi bumi.
Penggunaan alat ini disebut dapat membantu meningkatkan energi sekaligus mengurangi rasa lelah.
Beberapa temuan juga menunjukkan adanya potensi manfaat terhadap fungsi fisik, suasana hati, rasa lelah, hingga nyeri.
Bagaimana Cara Melakukan Grounding?
Grounding bisa dilakukan dengan cara sederhana, yaitu berada di luar ruangan dan melakukan kontak langsung dengan permukaan bumi.
Namun, kalau ingin melakukannya di dalam rumah, tersedia juga beberapa perangkat khusus yang dirancang untuk membantu memberikan sensasi kontak dengan bumi.
Baca Juga: Lelah dengan Media Sosial? Coba Baca 10 Buku yang Menantang Pikiran Ini
Berikut beberapa cara grounding yang bisa dicoba:
- Grounding di luar ruangan: Cara paling mudah adalah berjalan tanpa alas kaki di atas rumput, tanah, atau permukaan alami lainnya. Bisa juga dengan duduk atau berbaring di atas rumput maupun menyentuh tanah dengan tangan. Berenang di laut juga termasuk salah satu aktivitas yang dapat dilakukan.
- Grounding di dalam ruangan: Grounding juga bisa dilakukan menggunakan perangkat khusus, seperti alas, lembaran, gelang untuk pergelangan tangan atau kaki, maupun plester perekat. Perangkat tersebut biasanya dihubungkan ke sistem grounding melalui kabel yang terpasang pada port grounding di stopkontak listrik.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mencobanya?
Grounding umumnya dianggap aman, tetapi tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama saat melakukannya di luar ruangan. Berjalan tanpa alas kaki di rumput atau tanah dapat meningkatkan risiko kaki terluka, termasuk akibat benda tajam, tanaman tertentu, atau gigitan serangga.
Jika memiliki alergi serbuk sari, sensitif terhadap gigitan serangga, atau berada di area yang berisiko terdapat tanaman beracun, sebaiknya lebih berhati-hati saat memilih lokasi grounding.
Bagi ibu hamil, sebaiknya hindari kontak langsung dengan tanah yang berpotensi terkontaminasi Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat menyebabkan toksoplasmosis yang berisiko bagi kehamilan.