3. Apel

Sementara itu, apel membantu ginjal dengan cara yang cerdas, yakni melalui sistem pencernaan. Serat larut dalam apel mengikat limbah di usus dan membuangnya melalui feses, sehingga mengurangi jumlah racun yang harus disaring ginjal dari aliran darah.

Apel juga membantu menstabilkan kadar gula darah, yang penting untuk melindungi pembuluh darah halus di ginjal dari kerusakan jangka panjang.

Manfaat ini akan lebih optimal jika apel dikonsumsi bersama kulitnya.

4. Biji Ketumbar

Dukungan lain datang dari biji ketumbar, yang dikenal mampu meningkatkan produksi urin dan membantu tubuh melepaskan kelebihan natrium.

Dengan berkurangnya retensi cairan, beban kerja ginjal pun menjadi lebih ringan.

Kebiasaan tradisional merendam biji ketumbar semalaman lalu meminum air rendamannya di pagi hari terbukti mendukung proses pembersihan tubuh secara lembut, tanpa memaksa ginjal bekerja dalam kondisi stres.

5. Kembang Kol

Terakhir, kembang kol menjadi pilihan sayuran yang ramah bagi ginjal. Banyak sayuran sehat mengandung kalium tinggi yang justru dapat memberatkan ginjal yang sudah lemah.

Kembang kol berbeda, karena kaya serat, vitamin C, dan antioksidan, namun relatif rendah kalium. Selain itu, kembang kol juga membantu jalur detoksifikasi hati, sehingga secara tidak langsung mengurangi beban racun yang harus ditangani ginjal.

Mengolahnya dengan cara dikukus atau ditumis ringan jauh lebih dianjurkan dibandingkan digoreng.

Penafian: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan peningkatan kesadaran kesehatan. Makanan-makanan yang disebutkan dapat membantu mendukung fungsi ginjal, namun tidak dimaksudkan untuk mengobati penyakit ginjal.

Bagi penderita gangguan ginjal, diabetes, atau yang sedang menjalani pengobatan tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum melakukan perubahan pola makan.

Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Ginjal yang Sering Terlihat Sepele