PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo terus memperkuat perannya sebagai perusahaan strategis yang hadir dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Peran tersebut dijalankan melalui berbagai solusi Asuransi Umum dan Suretyship untuk mendukung keberlangsungan proyek strategis dan aktivitas dunia usaha, serta melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Baca Juga: Askrindo Perkuat Solidaritas Kemanusiaan Bagi Masyarakat Flores
Berdasarkan data, per Desember 2025, Askrindo telah memberikan dukungan terhadap 512 proyek strategis dan keamanan nasional dengan total nilai proyek sekitar Rp261,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 proyek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total nilai sekitar Rp143,2 triliun, sementara 496 proyek lainnya merupakan proyek pada sektor keamanan nasional dengan nilai sekitar Rp118,7 triliun.
Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza mengatakan peran Askrindo tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memberikan manfaat bagi perekonomian secara lebih luas.
Baca Juga: Sukses Benahi Tata Kelola, Performa Askrindo Meroket 328 Persen dari Target
"Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi kami mendukung pembangunan melalui solusi asuransi dan penjaminan untuk berbagai proyek strategis, dan di sisi lain kami hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, untuk mendukung UMKM," ujar Leonardo dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Adapun dukungan Askrindo terhadap PSN antara lain mencakup Asuransi Aset KCIC atau kereta cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, Aset Medan-Binjai Tol, pembangunan perumahan di IKN, Tol Serang-Panimbang, Jaringan Sumber Air Pemali-Juana, pembangunan rumah sakit, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Solo, Tanjung Priok Port Tollways, Tol Cisumdawu, hingga Kawasan Industri Terpadu Batang.
Kapasitas Commercial Line Terus Menguat
Keterlibatan dalam berbagai proyek strategis tersebut turut memperkuat posisi Askrindo sebagai perusahaan yang memiliki kapasitas dalam memberikan solusi asuransi dan penjaminan untuk kebutuhan proyek bernilai besar.
Kapasitas Commercial Line Askrindo mencapai Rp28,6 triliun, meningkat sekitar 42% dibandingkan posisi 2023 sebesar Rp20,1 triliun. Peningkatan fasilitas tersebut sejalan dengan meningkatnya kepercayaan mitra perbankan terhadap Askrindo.
"Peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan bahwa Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap kami imbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola," jelas Leonardo.
Rekam jejak Askrindo dalam memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas pembangunan dan dunia usaha juga telah terbangun dalam jangka panjang. Sepanjang 2016–2025, Askrindo telah memberikan penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) senilai Rp149,7 triliun, yang mencakup proyek pemerintah pusat dan daerah melalui APBN/APBD, BUMN, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.