Growthmates, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan manfaat vitamin C bagi kesehatan tubuh. Selain bisa diperoleh dari buah dan sayuran, kini vitamin C juga banyak tersedia dalam bentuk suplemen yang praktis dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.
Mengonsumsi suplemen vitamin C diketahui dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari membantu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan kulit, meningkatkan penyerapan zat besi dari sumber makanan nabati, hingga berpotensi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Meski begitu, memenuhi asupan vitamin C dari makanan tetap menjadi pilihan yang dianjurkan. Kamu bisa mendapatkannya dari berbagai sumber alami seperti brokoli, buah jeruk, kiwi, dan paprika.
Lantas, apa saja manfaat suplemen vitamin C bagi tubuh? Berikut empat manfaatnya yang disadur dari laman Health, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: 3 Jenis Vitamin yang Perlu Dihindari Sebelum Tidur, Jangan Diabaikan!
-
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Vitamin C berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, baik melalui imunitas bawaan sebagai pertahanan pertama tubuh maupun imunitas adaptif yang bekerja melawan patogen tertentu. Selain itu, sifat antioksidannya membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi setidaknya 200 miligram vitamin C per hari dapat membantu menurunkan risiko terkena flu, terutama pada atlet, orang yang sering terpapar cuaca sangat dingin, atau mereka yang mengalami kekurangan vitamin C.
Sementara itu, bagi masyarakat umum, suplemen vitamin C belum terbukti dapat mencegah pilek. Namun, jika dikonsumsi secara rutin sebelum jatuh sakit, vitamin C dapat membantu memperpendek durasi penyakit sekaligus mengurangi tingkat keparahan gejalanya.
-
Berpotensi Menurunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
Vitamin C yang bersifat antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. Kondisi ini diketahui berkontribusi terhadap meningkatnya risiko berbagai penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi setidaknya 500 miligram vitamin C per hari berkaitan dengan penurunan tekanan darah.
Meski demikian, hasil penelitian mengenai manfaat ini masih belum konsisten sehingga diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan efektivitas vitamin C dalam membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
-
Membantu Meningkatkan Penyerapan Zat Besi
Vitamin C berperan dalam meningkatkan penyerapan zat besi non-heme, yaitu jenis zat besi yang berasal dari sumber makanan nabati. Manfaat ini sangat penting bagi orang yang menjalani pola makan berbasis tumbuhan atau memiliki risiko kekurangan zat besi.
Agar penyerapannya lebih optimal, kamu bisa mengombinasikan makanan kaya zat besi dengan sumber vitamin C. Misalnya, menambahkan paprika merah ke dalam olahan kacang-kacangan atau menikmati oatmeal yang dipadukan dengan kacang, biji-bijian, dan stroberi.
Baca Juga: Benarkah Vitamin Selalu Aman? Dokter Ahli Ingatkan Risiko Konsumsi Berlebihan
-
Mendukung Kesehatan Kulit
Vitamin C berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit karena dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolagen, yaitu protein yang berfungsi menjaga kekencangan, elastisitas, dan membantu proses penyembuhan kulit.
Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan produksi kolagen terganggu, sehingga kulit menjadi lebih rapuh dan luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
Selain itu, vitamin C juga bekerja bersama vitamin E sebagai antioksidan untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Karena itu, mencukupi kebutuhan vitamin C dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam.
Cara Aman Mengonsumsi Suplemen Vitamin C
Selain dari makanan, kebutuhan vitamin C juga dapat dipenuhi melalui suplemen yang tersedia dalam berbagai bentuk, seperti kapsul, tablet kunyah, bubuk, permen kenyal, hingga cairan.
Suplemen vitamin C dapat dikonsumsi kapan saja, namun membaginya dalam beberapa kali konsumsi atau mengonsumsinya setelah makan dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung akibat sifatnya yang asam.
Kebutuhan vitamin C setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin, kondisi kehamilan atau menyusui, serta kebiasaan merokok. Secara umum, Angka Kecukupan Gizi (AKG) vitamin C untuk orang dewasa adalah 90 mg per hari bagi pria dan 75 mg per hari bagi wanita, sedangkan ibu hamil dan menyusui membutuhkan asupan yang lebih tinggi.
Baca Juga: 5 Makanan Kaya Vitamin D yang Dapat Meningkatkan Daya Ingat dan Kesehatan Otak
Meski tergolong aman karena merupakan vitamin yang larut dalam air, suplemen vitamin C tetap sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran.
Mengonsumsi dalam jumlah berlebihan belum tentu memberikan manfaat lebih dan pada beberapa orang berpotensi meningkatkan risiko efek samping, seperti batu ginjal atau penyerapan zat besi yang berlebihan, terutama pada mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Karena itu, jika memiliki penyakit tertentu atau berencana mengonsumsi vitamin C dosis tinggi dalam jangka panjang, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Semoga bermanfaat!