Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang tengah dibangun pemerintah bukanlah minimarket atau toko serba ada seperti yang dibayangkan banyak orang.

Menurut Zulhas, koperasi tersebut justru akan berperan sebagai infrastruktur ekonomi desa yang bertugas menampung hasil produksi masyarakat sekaligus mendukung distribusi berbagai kebutuhan penting.

"Jadi jangan dibayangkan Kopdes itu supermarket seperti toko serba ada, bukan. Sementara dia adalah infrastruktur pemerintah dan juga sebagai offtaker," kata Zulhas pada Senin (20/07/2026).

Baca Juga: Janji Zulhas: Minta Waktu Sebulan untuk Benahi MBG

Ia menjelaskan, pembentukan Kopdes Merah Putih kini telah memasuki tahap akhir. Pemerintah menargetkan sebanyak 35.872 koperasi dapat rampung pada Agustus hingga September 2026 sebelum mulai beroperasi secara bertahap.

Setelah pembangunan selesai, pemerintah akan melanjutkan proses penempatan sumber daya manusia (SDM) agar koperasi dapat langsung menjalankan fungsinya di tengah masyarakat.

Untuk mendukung operasional koperasi tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan peraturan presiden (perpres) yang akan mengatur berbagai aspek, mulai dari tata kelola hingga mekanisme distribusi bantuan dan barang bersubsidi.

Baca Juga: Salah Hitung Gaji Pengelola Kopdes Merah Putih, Dirut Agrinas: Maaf, Kemarin Masih Pakai Excel...

Menurut Zulhas, penyusunan aturan tersebut akan dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono bersama Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa.

"Sudah akan dibikin tim langsung dipimpin oleh Pak Tatang untuk menyelesaikan perpres yang inisiatifnya nanti dari Menteri Koperasi dan Menteri Desa. Dikasih target satu bulan ini selesai," ujarnya.

Sebelum koperasi beroperasi penuh, pemerintah akan melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap seluruh Kopdes Merah Putih yang telah dibangun. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan koperasi berjalan sesuai rencana.

Zulhas menegaskan pengembangan Kopdes Merah Putih dilakukan secara bertahap mengingat skala program yang sangat besar. Sebanyak 35.872 koperasi yang ditargetkan rampung tahun ini akan menjadi fondasi awal sebelum pemerintah melanjutkan pengembangannya pada tahun mendatang.

Baca Juga: Bantah Isu Proyek Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih, Dirut Agrinas: Datanya Bodong

"Memang ini bertahap karena tidak bisa sekaligus. Yang akan selesai pada Agustus-September ini akan kita jalankan terlebih dahulu, kemudian tahun depan kita rencanakan kembali pengembangannya," kata Zulhas.

Program Kopdes Merah Putih menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi yang terintegrasi dengan rantai distribusi dan penyerapan hasil produksi masyarakat.