2. Berani Menentukan Jalan Hidup Sendiri

Warren Buffett dikenal sebagai sosok yang tidak mudah terpengaruh oleh opini publik. Ia menyebut filosofi hidupnya sebagai mengikuti inner scorecard atau 'kartu skor batin', yakni menjalani hidup berdasarkan nilai dan keyakinannya sendiri, bukan demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Prinsip tersebut juga tercermin dalam pandangan politik dan keyakinan pribadinya. Buffett mengaku sebagai seorang Demokrat, tetapi selama bertahun-tahun ia pernah memberikan suara maupun donasi kepada kandidat dari Partai Demokrat maupun Partai Republik.

Sementara dalam hal agama, ia secara terbuka menyebut dirinya sebagai seorang agnostik. Baginya, yang terpenting adalah tetap konsisten terhadap prinsip yang diyakini, tanpa harus mengikuti ekspektasi orang lain.

3. Mengutamakan Berbagi kepada Sesama

Salah satu warisan terbesar Warren Buffett bukan hanya kekayaannya, melainkan komitmennya terhadap filantropi.

Bersama Bill Gates dan Melinda French Gates, Buffett menggagas The Giving Pledge, sebuah inisiatif yang mengajak para miliarder untuk menyumbangkan sedikitnya separuh kekayaan mereka kepada kegiatan amal.

Namun, Buffett melangkah lebih jauh. Ia berjanji akan menyumbangkan lebih dari 99 persen kekayaannya untuk kegiatan filantropi, baik selama hidup maupun setelah wafat.

Sebagian besar dana amalnya disalurkan melalui lima yayasan yang dikelola pihak lain, terutama Bill & Melinda Gates Foundation.

Buffett juga pernah menjabat sebagai wali amanat yayasan tersebut hingga 2021. Setelah mengundurkan diri, ia mengatakan telah meninggalkan seluruh dewan perusahaan yang sebelumnya diikutinya karena merasa ‘partisipasi fisiknya sama sekali tidak dibutuhkan’.

Baca Juga: Ingin Sukses seperti Warren Buffett? Baca 6 Buku Rekomendasi Investor Legendaris Ini