Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus memperkuat kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia. Lembaga ini kini menjadi salah satu mitra strategis yang banyak diminati investor asing berkat portofolio dan proyek investasi yang dinilai menarik.

CEO BPI Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan dibawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo semakin banyak investor global yang berminat menjalin kemitraan dengan Danantara. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap prospek ekonomi Indonesia.

"Danantara menjadi mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing, ini tidak terlepas dari peran Presiden Prabowo yang begitu aktif mendukung Danantara dalam momentum momentum Internasional . Kami memiliki portofolio dan proyek yang sangat menarik bagi modal asing," ujarnya, seperti dikutip, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Terima Kunjungan Tony Blair, Danantara Tegaskan Indonesia Siap Jembatani Investor Global Masuk ke Proyek Strategis Nasional

Menurutnya, kolaborasi dengan mitra strategis internasional merupakan langkah penting untuk mempercepat transformasi badan usaha milik negara (BUMN), sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas, mendorong transfer pengetahuan dan teknologi, serta mengembangkan sektor-sektor strategis yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Didukung Danantara dan Telkom, Jalin Catat Pertumbuhan Bisnis Digital 38 Persen pada 2025

Dalam kesempatan terpisah, Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPMmenghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Perdana Menteri Thailand periode 2001–2006 yang juga Dewan Penasihat BPI Danantara, Thaksin Shinawatra.

Pertemuan tersebut turut dihadiri, Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir, serta Chief Technology Officer (CTO) Sigit Puji Santosa, dan Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN, Dony Oskaria. 

Kata Rosan, bersama Presiden Prabowo Subianto, dirinya bertukar pandangan mengenai dinamika ekonomi global, penguatan jejaring strategis, serta berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi kawasan ASEAN.

"Di tengah lanskap ekonomi yang terus berubah, kemitraan yang dibangun atas dasar saling percaya dan kepentingan bersama menjadi fondasi penting untuk menghadirkan investasi berkualitas, memperkuat daya saing, dan membuka lebih banyak peluang pertumbuhan bagi Indonesia," kata Rosan.

Dalam pertemuan itu, para peserta membahas berbagai peluang kerja sama strategis untuk mendukung transformasi BUMN dan pembangunan nasional. Pembahasan difokuskan pada pengembangan sektor prioritas, percepatan hilirisasi industri, penguatan tata kelola perusahaan, serta transformasi digital melalui pemanfaatan jejaring dan pengalaman global.

Melalui penguatan kemitraan internasional tersebut, BPI Danantara terus membangun ekosistem investasi yang semakin kredibel guna memperluas akses terhadap teknologi, praktik terbaik global, serta meningkatkan kepercayaan investor. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi BUMN menjadi perusahaan yang lebih kompetitif, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.