Nama pahlawan nasional masih menjadi pilihan sebagian masyarakat Indonesia. Data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) menunjukkan puluhan ribu penduduk menggunakan nama yang terinspirasi dari tokoh-tokoh sejarah Indonesia.

Nama Kartini menjadi yang paling banyak digunakan. Tercatat ada 92.143 orang yang menggunakan nama pahlawan perempuan tersebut.

Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi mengatakan penggunaan nama pahlawan menunjukkan masih adanya masyarakat yang mengingat jasa tokoh-tokoh tersebut.

Baca Juga: Daftar Nama Terpanjang dan Terpendek di Indonesia, Ada yang Cuma Satu Huruf Lho!

“Alhamdulillah bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat jasa para pahlawannya,” kata Teguh dalam Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I 2026, dikutip Jumat (14/8/2026).

Berikut daftar nama pahlawan nasional yang tercatat digunakan oleh penduduk Indonesia:

  • Kartini – 92.143 orang
  • Sudirman – 35.316 orang
  • Hatta – 20.790 orang
  • Hasanuddin – 12.199 orang
  • Dewi Sartika – 8.190 orang
  • Antasari – 2.306 orang
  • Soekarno – 1.996 orang
  • Diponegoro – 838 orang
  • Pattimura – 686 orang
  • Cut Meutia – 257 orang
  • Soedirman – 234 orang
  • Teuku Umar – 78 orang
  • Hajar Dewantara – 47 orang
  • Imam Bonjol – 15 orang
  • Cut Nyak Dien – 13 orang
  • Sam Ratulangi – 11 orang

Dari daftar tersebut, Kartini menjadi nama pahlawan yang paling banyak digunakan. Jumlahnya bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan nama Sudirman yang berada di posisi kedua.

Baca Juga: Ini Daftar Nama Paling Pasaran di Indonesia Tiap Generasi

Sementara itu, sejumlah nama pahlawan perempuan, seperti Dewi Sartika dan Cut Meutia juga masih digunakan masyarakat sebagai nama diri.