Black & Veatch, perusahaan global terkemuka di bidang infrastruktur, dipilih oleh PT PP (Persero) Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi, untuk menyediakan layanan desain teknik terperinci bagi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) baru berkapasitas 120 megawatt (MW) di Pulau Batam, Indonesia. Proyek milik PLN Batam, anak perusahaan dari perusahaan listrik negara Indonesia, PLN, ini memperkuat rekam jejak Black & Veatch yang telah menyediakan layanan rekayasa bagi berbagai perusahaan utilitas besar di Indonesia sejak tahun 1970-an.

Terletak di Pulau Batam, salah satu pusat industri dan logistik paling strategis di Indonesia yang berstatus sebagai Kawasan Perdagangan Bebas, PLTGU Batam Bintan 1 akan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pertumbuhan Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian yang berkembang paling pesat di dunia. 

Baca Juga: PLN Catatkan 159 Pelanggan Data Center

“Sebagai salah satu perekonomian paling dinamis dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Indonesia membutuhkan infrastruktur yang semakin andal dan tangguh untuk menopang pertumbuhan dan kesejahteraannya, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan ketahanan energi. Terpilihnya kami untuk mengerjakan proyek PLTGU Batam Bintan 1 di Pulau Batam mencerminkan kepercayaan klien terhadap keahlian rekayasa Black & Veatch serta rekam jejak kami selama puluhan tahun dalam menangani berbagai proyek energi kompleks di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik secara lebih luas,” ujar Jerin Raj, Senior Vice President dan Head of Asia-Pacific and India, Black & Veatch, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Sejalan dengan Black & Veatch, sebagai bagian dari upaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan mendukung pertumbuhan kebutuhan energi di Batam, PLN Batam terus mendorong percepatan pembangunan PLTGU Batam Bintan 1 berkapasitas 120 MW. Proyek strategis ini diharapkan menjadi salah satu penopang utama bagi perkembangan sektor industri, investasi, serta ekosistem digital dan data center di Batam yang terus bertumbuh.

“PLN Batam menyambut baik keterlibatan Black & Veatch dalam mendukung pelaksanaan engineering Proyek PLTGU Batam Bintan 1 120 MW. Kehadiran mitra dengan pengalaman dan kompetensi global di bidang pembangkit listrik menjadi bagian penting dalam memastikan proyek ini dapat dikembangkan dengan standar teknis, kualitas, keselamatan, dan keandalan yang tinggi,” ujar Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Rudi Antono.

“PLTGU Batam Bintan 1 merupakan salah satu proyek strategis PLN Batam untuk memperkuat sistem kelistrikan seiring pertumbuhan kebutuhan energi di Batam. Perkembangan sektor industri, investasi, serta ekosistem digital dan data center membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan. Karena itu, kami berharap kolaborasi seluruh pihak dalam proyek ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan daya saing serta pertumbuhan ekonomi Batam,” pungkas Rudi.

Black & Veatch akan menyediakan layanan desain teknik terperinci untuk proyek ini; mencakup manajemen rekayasa, pengembangan desain, serta penyusunan dokumentasi teknis yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan proyek. Ruang lingkup pekerjaan juga meliputi desain terperinci untuk sistem mekanikal, elektrikal, dan instrumentasi, termasuk penyusunan kriteria desain, penentuan kapasitas peralatan, spesifikasi teknis, gambar teknik, serta berbagai dokumen rekayasa terkait yang diperlukan dalam proses konstruksi.

Selain itu, layanan desain teknik terperinci tersebut akan mencakup penyusunan diagram perpipaan dan instrumentasi (piping and instrumentation diagrams/P&ID), deskripsi sistem, filosofi distribusi listrik, diagram logika kontrol, perhitungan kapasitas peralatan, analisis tegangan, serta spesifikasi teknis. Seluruhnya akan menjadi landasan teknis yang diperlukan untuk mendukung kelanjutan pelaksanaan proyek.

Pengumuman ini disampaikan menjelang Enlit Asia 2026 di Jakarta yang mempertemukan para pemimpin industri energi untuk membahas berbagai prioritas penting di kawasan, termasuk ketahanan energi, resiliensi sistem tenaga listrik, pembangkitan energi bersih dan termal, modernisasi jaringan listrik, serta investasi pada proyek-proyek infrastruktur yang layak secara finansial. Tim kepemimpinan global dan Asia Pasifik Black & Veatch hadir secara langsung dan berpartisipasi dalam berbagai diskusi selama acara berlangsung.