5. Islandia (Skor: 9,2)

Islandia berada di peringkat kelima dan menjadi contoh bahwa ukuran negara bukan penghalang bagi kematangan demokrasi.

Dengan populasi yang relatif kecil, Islandia mampu membangun sistem demokrasi yang terintegrasi, transparan, dan berfungsi secara efektif.

6. Denmark (Skor: 9,1)

Denmark menempati posisi keenam dengan skor tinggi yang menegaskan kuatnya pola demokrasi Nordik. T

ata kelola pemerintahan yang baik, kepercayaan sosial, serta stabilitas politik dinilai sebagai faktor kunci yang menjaga negara ini dari kemunduran demokrasi.

7. Irlandia (Skor: 9,0)

Irlandia berbagi posisi ketujuh dengan Taiwan. Negara ini dipandang sebagai contoh sistem demokrasi domestik yang sangat kuat, meskipun beroperasi dalam dinamika global yang kompleks.

Standar demokrasi internal Irlandia tetap terjaga dengan baik.

7. Taiwan (Skor: 9,0)

Taiwan juga mencetak skor 9,0 meskipun menghadapi tekanan geopolitik dan tantangan pengakuan internasional.

Indeks Demokrasi menilai Taiwan sebagai bukti bahwa institusi demokrasi yang sehat dapat berkembang bahkan di tengah situasi politik eksternal yang rumit.

9. Australia (Skor: 8,9)

Australia berada di peringkat kesembilan dengan struktur demokrasi yang solid. Lembaga-lembaga negara yang mapan, supremasi hukum, serta praktik pemerintahan yang berkelanjutan menjadi pilar utama demokrasi Australia.

10. Kanada (Skor: 8,9)

Kanada melengkapi daftar sepuluh besar negara paling demokratis di dunia. Perdamaian sosial, institusi yang kuat, dan stabilitas politik menjadi faktor pendukung utama berfungsinya demokrasi secara konsisten di negara ini.

Baca Juga: Negara-negara dengan Tambang Emas Terbesar di Dunia