Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka mengklaim Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi salah satu tokoh yang amat dicintai rakyat Indonesia kendati ia telah purna tugas menjadi kepala negara. 

Buktinya kata dia popularitas Jokowi masih melejit hingga kini, hal ini sekaligus mengonfirmasi bahwa Jokowi adalah tokoh yang  lurus-lurus saja tanpa sekalipun main serong. Dia mengatakan, tokoh seperti Jokowi secara otomatis runtuh jika bermasalah, namun hingga kini popularitas masih sangat tinggi. 

Baca Juga: Dokter Tifa Pensiun Dini dari Politik di Tengah Kasus Ijazah Jokowi, Kok Mendadak, Ada Apa?

"Tokoh politik seperti Jokowi yang sangat populer itu jelas akan runtuh dengan sendirinya jika bermasalah," kata Dedy dalam sebuah cuitan di akun X pribadinya dilansir Jumat (7/8/2026).

Sejak terjun ke dunia politik terhitung saat ia menjadi Wali Kota Solo hingga menjadi presiden dua periode, popularitas Jokowi selalu mengalami lonjakan hal ini yang membuat sejumlah partai politik besar ramai-ramai menyokong dirinya.

"Problemnya sejak beliau mendaftarkan diri jadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI jalan-nya mulus dan didukung oleh banyak partai-partai terkemuka," ujarnya.

Dedy kemudian menilai antusiasme masyarakat terhadap Jokowi belum memudar meski masa jabatannya telah berakhir hampir dua tahun lalu.

"Hampir dua tahun pensiun saja Rakyat masih terus bersemangat berjalan bersama Jokowi, itu artinya ia mendapatkan kepercayaan tinggi dari rakyat Indonesia," lanjutnya.

Dalam unggahan berbeda, Dedy turut mengomentari dinamika demokrasi yang menurutnya semakin menarik ketika terjadi perdebatan dan interaksi antara dua kelompok dengan pandangan politik yang berbeda.

"Yang bikin sistem demokrasi menjadi menarik adalah ketika dua kubu saling berinteraksi dengan cara yang paling bersemangat," ungkapnya.

Ia menilai hingga kini Jokowi masih menjadi salah satu tokoh politik yang paling sering menjadi bahan evaluasi maupun perdebatan di ruang publik.

"Contoh paling update adalah dua kubu sampai saat ini masih bersemangat mengevaluasi satu tokoh penting di Republik bernama Jokowi. Beliau adalah mantan Walikota Solo, Gubernur DKI dan Presiden Republik dua Periode. Beragam teori dan analisis politik beredar di seputar perjalanan karir politiknya," sambung Dedy.

Baca Juga: Surat Terbuka Denny Indrayana Buat Gibran: Mas Wapres Pilih Mana, Mundur Sendiri Apa Dimundurin?

Di akhir pernyataannya, Dedy mempertanyakan mengapa perhatian publik begitu besar tertuju kepada Jokowi dibanding tokoh politik lainnya. Ia pun mengajak warganet memberikan pandangan mereka.

"Pertanyannya, mengapa tokoh-tokoh politik lain tidak diulas secara bersemangat seperti tokoh politik Jokowi? Silahkan netizen bersemangat menjawab lewat bahasa paling konspiratif," pungkasnya.