Investor legendaris Warren Buffett mengubah rencana pewarisan kekayaannya. Jika sebelumnya sisa saham Berkshire Hathaway miliknya akan dibagikan dalam kurun waktu 10 tahun setelah ia meninggal dunia, kini seluruh aset tersebut ditargetkan sudah didistribusikan paling lambat pada akhir 2034.

Keputusan itu diambil seiring keyakinan Buffett bahwa ketiga anaknya telah siap mengelola kekayaan keluarga, termasuk menjalankan berbagai kegiatan filantropi yang selama ini menjadi bagian penting dari warisannya.

Dalam wawancara dengan CNBC International, Buffett mengatakan dirinya melakukan evaluasi ulang terhadap rencana pembagian aset yang telah disusun sebelumnya. Menurut dia, pertimbangan tersebut bukan hanya soal usia, tetapi juga soal memastikan proses transisi berjalan ketika dirinya masih bisa memberikan arahan.

Baca Juga: Tak Hanya Jago Investasi, Ini 4 Gaya Hidup Warren Buffett yang Patut Diteladani

"Saya mengevaluasi kembali seluruh situasi saya. Ini bukan hanya soal usia atau kematian. Ini juga soal menjaga ketajaman pikiran," ujar Buffett, Kamis (16/7/2026).

Pria berusia 95 tahun itu menuturkan, putri sulungnya, Susie Buffett, akan berusia 81 tahun pada akhir 2034. Karena itu, ia ingin seluruh proses distribusi kekayaan selesai dalam jangka waktu tersebut agar dapat berlangsung secara lebih terencana.

Saat ini, Buffett masih memegang sekitar 13% saham Berkshire Hathaway. Nilai kepemilikan itu diperkirakan mencapai US$1,06 triliun atau sekitar Rp19.080 triliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.

Selain mempercepat pembagian warisan, Buffett juga melakukan perubahan dalam strategi filantropinya. Tahun ini, ia mengalihkan hampir US$6 miliar atau sekitar Rp108 triliun dalam bentuk saham Berkshire Hathaway kepada empat yayasan yang dipimpin anak-anaknya.

Baca Juga: 3 Aturan Hidup Warren Buffett yang Bisa Dipelajari Semua Orang, Termasuk Miliarder

Langkah tersebut sekaligus mengakhiri tradisi donasi tahunan kepada Bill & Melinda Gates Foundation yang telah berlangsung sejak 2006. Selama hampir dua dekade, Buffett diketahui telah menyumbangkan lebih dari US$47 miliar kepada yayasan tersebut.

Menurut Buffett, perubahan itu bukan karena memburuknya hubungan dengan Bill Gates, melainkan karena ia percaya anak-anaknya kini cukup matang untuk mengambil alih tanggung jawab dalam mengelola kekayaan keluarga.

"Saya mengatakan kepada ketiga anak saya bahwa kekayaan itu adalah milik mereka, dan menjadi tanggung jawab mereka untuk mengelolanya dengan baik," katanya.

Dengan perubahan tersebut, Buffett memastikan proses pewarisan dan pengelolaan aset keluarga akan berlangsung lebih cepat dibanding rencana awal, sekaligus memberi ruang bagi generasi berikutnya untuk menentukan arah penggunaan kekayaan yang telah ia bangun selama puluhan tahun.