Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh berbagai lapisan masyarakat pesisir Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejak KNMP Ciwaru beroperasi, dampak positifnya tidak hanya terasa oleh nelayan sebagai penerima manfaat utama, tetapi juga oleh para pengepul, pedagang kecil, hingga pelaku UMKM yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas kawasan pesisir.

Perubahan wajah kawasan pesisir Palangpang di Desa Ciwaru menjadi salah satu bukti paling nyata bagaimana program prioritas nasional Presiden Prabowo bekerja di lapangan. Tempat pendaratan ikan yang sebelumnya sederhana kini bertransformasi menjadi kawasan ekonomi modern dengan fasilitas cold storage, mesin pembekuan cepat, mobil berpendingin, serta kios-kios terorganisasi yang menyatukan seluruh mata rantai ekonomi perikanan dalam satu kawasan.

Baca Juga: Akademisi Dukung Program Kampung Nelayan Merah Putih Prabowo

Baca Juga: Dukung Potensi Perikanan, Askrindo Hadirkan Pelindungan Asuransi untuk Nelayan Sorong

Baca Juga: Askrindo Gandeng DKP Demak: Jamin Keamanan Nelayan Melaut

Warna, seorang pengusaha sekaligus pelaku usaha perikanan asli Palangpang, menyampaikan bahwa perbaikan sarana penunjang nelayan melalui KNMP memberikan manfaat yang sangat nyata bagi masyarakat pesisir. Ia menyoroti secara khusus keberadaan cold storage dan mesin pembekuan cepat Air Blast Freezer (ABF) yang menjadi penyelamat harga jual ikan saat panen berlimpah.

"Fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih ini untuk masyarakat alhamdulillah sudah setahun lebih dibangun dan penggunaannya sangat membantu. Salah satunya adalah cold storage, mesin pembeku itu sangat bermanfaat. Ketika ada limpahan sumber daya ikan, harganya tidak jatuh dan suhu ikan tetap terjaga. Ikan bisa masuk ke cold storage untuk diamankan, kemudian dijual lebih layak dari harga di lapangan. Ini sangat bermanfaat bagi nelayan kami," ujar Warna.

Warna menambahkan bahwa kehadiran mesin ABF di KNMP Ciwaru juga membuat nelayan lokal bisa mendapatkan harga yang setara dengan tempat-tempat besar seperti Pelabuhan Ratu. Sebelumnya, banyak nelayan yang harus menjual hasil tangkapan ke daerah lain untuk mendapatkan harga yang layak. Kini, dengan ABF dan mobil Thermoking yang menjaga kesegaran ikan hingga distribusi ke luar kota, nelayan Ciwaru dapat menikmati nilai ekonomi yang lebih baik langsung dari kampung halaman.

"Perbedaan sebelum dan sesudah adanya Kampung Nelayan Merah Putih ini sangat terasa, mulai dari fasilitas, kedisiplinan, dan pola masyarakat nelayan di sini. Nelayan jadi lebih aktif, lebih tertib, dan lebih memahami bagaimana memperlakukan ikan dengan baik. Yang paling mendasar, harga jual jadi lebih layak dan lebih bertahan, tidak jatuh ketika hasil tangkapan sedang melimpah," jelas Warna.

Manfaat yang sama juga dirasakan oleh nelayan senior Ciwaru. Hendri, nelayan berusia 60-an tahun yang telah melaut selama lebih dari 50 tahun, mengakui bahwa kondisi kerja nelayan hari ini jauh lebih baik dibandingkan sebelum KNMP dibangun. Ia menyampaikan rasa syukur atas kehadiran fasilitas modern yang selama ini tidak pernah dibayangkan akan tersedia di kampungnya.

"Ini sangat membantu, sekarang jauh lebih baik daripada dulu. Kami sudah bersyukur dengan program Merah Putih ini. Fasilitasnya sudah cukup lengkap, ada tempat penyimpanan, ada cold storage. Kalau untuk pengiriman, ikan yang biasanya rentan rusak di jalan, sekarang bisa dibekukan dulu di cold storage. Alhamdulillah," ujar Hendri.

Dari sisi pelaku ekonomi rantai tengah, dampak positif KNMP juga dirasakan oleh para pengepul yang menjadi penghubung antara nelayan dan pasar. Ibing, pengepul yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun di kawasan Ciwaru, menyampaikan bahwa fasilitas baru KNMP membuat aktivitas kerjanya jauh lebih mudah dan tertata.

"Dulu tidak seperti ini, biasa-biasa saja. Kalau sekarang sudah agak mewah, kios-kios tertata rapi, ada musala, semuanya lebih lengkap. Fasilitas seperti ini membuat pekerjaan pengepul jauh lebih mudah. Semua senang, semua bersyukur dengan adanya program ini," ungkap Ibing.

Sementara itu, geliat ekonomi kawasan KNMP juga dirasakan langsung oleh para pedagang yang berjualan di sekitar kawasan pesisir. Bapak Jaya, pedagang yang telah berjualan di kawasan ini selama lebih dari 12 tahun, menyampaikan bahwa aktivitas dagangnya meningkat sejak KNMP beroperasi.

"Alhamdulillah sekarang lebih cerah, kelihatan lebih bagus. Kalau siang-siang banyak yang main juga ke sini, jadi lebih ramai. Warga sekitar semuanya senang dengan adanya renovasi ini. Fasilitasnya sudah cukup lengkap, ada musala, ada tempat penyimpanan ikan, ada kios-kios. Alhamdulillah sekarang sudah lengkap di sini," ujar Jaya.

Menutup wawancara, Warna menyampaikan harapannya agar dukungan Presiden Prabowo terhadap kesejahteraan nelayan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan ke depannya. Ia berharap adanya penambahan mesin ABF dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan melalui program pelatihan modernisasi teknik penangkapan ikan.

"Harapan kami ke depan, mesin ABF-nya bisa ditambah lagi. Selain itu, terus-menerus diberikan pendidikan sumber daya manusia bagi nelayan. Kami berharap ada semacam pelatihan dari tempat-tempat yang sudah beranjak modern, sehingga masyarakat nelayan Palangpang bisa naik kelas dari cara tradisional menjadi lebih modern. Program Kampung Nelayan Merah Putih ini sudah luar biasa manfaatnya, dan kami sangat bersyukur atas kehadirannya di Ciwaru," tutup Warna.