Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalami penurunan. Survei Poltracking Indonesia pada Agustus 2026 mencatat kepuasan publik kini berada di angka 55,1%.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan, meski mayoritas responden masih menyatakan puas, angka tersebut menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir.
“Ternyata tingkat kepuasan per hari ini, per bulan Agustus, tingkat kepuasan publik kepada kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran adalah 55,1 persen,” ujar Hanta dalam rilis yang disiarkan daring melalui Poltracking TV, dikutip Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Salip PDIP, tapi Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok
Sebaliknya, responden yang menyatakan kurang puas maupun tidak puas mencapai 40,2%.
Penurunan tersebut terlihat cukup jelas jika dibandingkan dengan hasil survei Poltracking pada periode sebelumnya. Pada Oktober 2025, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih mencapai 78%.
Angka tersebut kemudian turun menjadi 74% pada Maret 2026. Memasuki Mei, kepuasan kembali terkoreksi menjadi 70%.
Tren penurunan semakin terlihat pada Juli ketika tingkat kepuasan berada di angka 58%. Hanya berselang satu bulan, angka tersebut kembali turun menjadi 55,1% pada Agustus.
Baca Juga: Sinyal Gibran Bakal 'Disingkirkan' Prabowo Makin Kuat?
“Bulan Mei turun sedikit di 70 persen, dan bulan Juli mengalami penurunan cukup signifikan dan terkonfirmasi di Agustus 58 persen kemudian menjadi 55,1 persen,” ujar Hanta.
Dengan demikian, dalam rentang Oktober 2025 hingga Agustus 2026, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun hampir 23 poin persentase.
Meski demikian, angka 55,1% masih menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden mengaku puas terhadap kinerja pemerintahan saat survei dilakukan.
Survei Poltracking Indonesia tersebut melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan stratifikasi berdasarkan proporsi gender pemilih.
Survei memiliki margin of error sekitar ±2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Penurunan kepuasan ini menjadi salah satu indikator yang menunjukkan perubahan persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran sepanjang hampir dua tahun masa pemerintahan berjalan.