Pegiat media sosial, Jhon Sitorus mengeritik keras Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, dia mengatakan kualitas kepala BGN ke-3 itu sama persis dengan dua pendahulunya Dadan Hindayana dan Nanik Deyang. Sudaryono kata Jhon kerap membuat kebijakan blunder dan tak masuk akal sama persis seperti para pendahulunya.
Pernyataan ini disampaikan Jhon Sitorus untuk merespons kebijakan terbaru Sudaryono yang mewajibkan para guru makan atau mencicipi menu Makanan Bergizi (MBG), dimana kebijakan itu diyakini dapat meminimalkan potensi keracunan yang marak belakangan ini.
Baca Juga: Menu MBG Monoton dan Itu-itu Saja, Ibu Mega Nyeletuk: Mas Bowo Sesekali Pakai Rendang Dong!
"Kirain Sudaryono ini lebih baik dari Nanik & Dadan, ternyata sama saja kualitasnya, sering BLUNDER," kata Jhon Sitorus dilansir Olenka.id Rabu (12/8/2026).
Menurut Jhon meminta guru mencicipi MBG demi menghindari keracunan siswa adalah kebijakan yang dirasa sangat janggal, bagi Jhon itu bukan solusi justru sebaliknya berpotensi menambah korban keracunan MBG.
"Meminta guru makan bersama dengan siswa untuk cegah keracunan MBG sama saja dengan menambah potensi angka keracunan. Bukan hanya siswa yang keracunan, tapi guru juga ikut keracunan," tegasnya.
Jhon melihat ini bukan kebijakan serius dari BGN untuk melakukan pembenahan tata kelola MBG. Upaya meminimalisir keracunan MBG kata dia semestinya dimulai dengan pembenahan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka wajibkan untuk memastikan seluruh menu yang dihidangkan steril serta bergizi.
"Seharusnya, Sudaryono menyuruh kepala dan pegawai SPPG makan bersama siswa di sekolah agar mereka sebagai pelaksana dan pengelola dapur MBG benar2 serius mengelola dapur masing2,” katanya lagi.
Dia mendesak pemerintah terutama BGN untuk tidak melempar tanggung jawab tersebut ke sekolah terutama para guru.
Baca Juga: Bos BGN Bongkar Penyebab Mayoritas Kasus Keracunan MBG
"Jangan lempar sesuatu yang tak pasti keamanan dan kesehatannya ke sekolah, terutama siswa dan para guru. Kalo siswa dan guru selalu berurusan dengan rumah sakit, lalu kapan mereka belajarnya? Kapan tujuan BGN dan pendidikan nasional akan tercapai?” tandasnya.