Perkembangan teknologi pengisian daya ultra cepat diperkirakan akan mendorong kebutuhan baru terhadap lokasi pengisian strategis, kapasitas kelistrikan yang memadai, serta sistem pengelolaan energi yang lebih efisien.

Utomo Charge+ melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk memperluas kerja sama dengan pemilik lahan, pengelola properti, kawasan komersial, pengembang, perusahaan transportasi, serta investor infrastruktur.

Baca Juga: Program HEBAT Slank Resmi Berakhir, Pacific Paint Serahkan Grand Prize BYD ATTO 1 pada Pemenang

Pengembangan charging hub ke depan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik saat ini, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan teknologi, fleksibilitas kapasitas, efisiensi investasi, dan potensi pertumbuhan permintaan jangka panjang.

"Kami percaya bahwa pengembangan infrastruktur kendaraan listrik merupakan peluang kolaborasi jangka panjang. Utomo Charge+ membuka kesempatan bagi pemilik lahan, pengelola properti, dan mitra investasi untuk bersama-sama membangun jaringan pengisian daya yang berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi," ujar Mas Dwi Lestari.

Dari pihak BYD, kolaborasi dengan operator infrastruktur menjadi salah satu elemen penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap teknologi pengisian daya generasi terbaru.

"Melalui kerja sama dengan mitra strategis seperti Utomo Charge+, kami berharap dapat memperluas jangkauan layanan pengisian daya dan memberikan pengalaman yang semakin baik bagi pengguna kendaraan listrik di Indonesia," ujar Achmad Rosyadi, Business Development Mega Dealer BYD Haka Auto.

Melalui kolaborasi ini, Utomo Charge+ menegaskan komitmen untuk terus berperan aktif dalam membangun infrastruktur mobilitas listrik yang andal, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mendukung percepatan transisi energi bersih Indonesia.