Di tengah banyaknya hidangan berat, ia juga menekankan pentingnya tetap mengonsumsi sayur dan buah. Kedua jenis makanan ini memiliki peran penting dalam membantu tubuh, terutama dalam menghambat penyerapan kolesterol di usus.
“Sayur-sayuran dan buah-buahan ini bisa menghambat penyerapan kolesterol di usus halus kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Ari mengingatkan bahwa asupan cairan pun tak kalah penting, karena kurang minum dapat memicu gangguan pencernaan seperti sembelit, yang kerap terjadi saat pola makan tidak seimbang.
Selain menjaga pola makan, perhatian juga perlu diberikan kepada mereka yang memiliki penyakit kronis. Ia mengingatkan agar konsumsi obat tetap disiplin meskipun aktivitas silaturahmi sedang padat.
“Kita sibuk bersilaturahmi, tapi jangan lupa minum obat, terutama bagi penderita hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes, itu juga harus dikonsumsi selama masa pasca-Lebaran ini,” tegasnya.
Tak kalah penting, aktivitas fisik juga harus tetap dijaga. Menurut dr. Ari, olahraga dan aktivitas ringan dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh setelah asupan makanan yang cenderung lebih berat selama Lebaran.
“Yang terpenting juga tetap beraktivitas, tetap berolahraga,” katanya.
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa kesadaran menjaga kesehatan adalah kunci utama agar tubuh tetap fit setelah Lebaran.
“Kalau kita tidak aware, tidak peduli masalah ini, kita bisa menjadi sakit dan akhirnya bermasalah setelah Lebaran,” pungkas dr. Ari.
Baca Juga: Waspadai Penyakit Usai Lebaran, Pola Makan Jadi Pemicu Utama