Presiden Prabowo Subianto membawa mobil Mobil Maung MV3 Garuda Limousine ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 Asean ke Cebu, Filipina beberapa hari lalu.
Mobil gahar warna putih itu menjadi tunggangan kepala negara selama mengikuti rangkaian KTT Asean di Filipina. Keputusan Prabowo memboyong kendaraan tersebut ke Filipina menjadi sorotan masyarakat, banyak yang ikut bangga lantaran mobil karya anak bangsa itu akhirnya tampil di acara-acara kenegaraan di luar negeri.
Prabowo tentu saja punya hitung-hitungan sendiri memboyong Maung MV3 Garuda Limousine ke acara sebesar KTT Asean. Kekinian alasan presiden membawa serta mobil tersebut terungkap.
Bagi Prabowo Maung MV3 Garuda Limousine bukan sekadar kendaraan kepresidenan, ia menjadi simbol kemandirian Indonesia yang wajib dipamer di forum penting macam KTT Asean ini. Kendaraan roda empat bikinan anak bangsa itu adalah simbol diplomasi.
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dilansir Selasa (12/5/2026).
Perjalanan Maung menuju Cebu juga dinilai menjadi simbol kesiapan negara dalam membawa produk strategis nasional tampil di level internasional.
Kehadiran kendaraan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karya industri pertahanan Indonesia mampu berdiri sejajar dan dipercaya mendukung agenda kenegaraan di forum tertinggi kawasan Asia Tenggara.
"Maung menjadi sebuah simbol diplomasi. Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” tambah Teddy.
Respons Diaspora
Kehadiran Prabowo dengan menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine yang mengaspal di Cebu disambut antusias para diaspora Indonesia di Filipina. Mereka turut bangga dengan penggunaan kendaraan tersebut. Para diaspora memuji sikap Prabowo yang sangat banga dan percaya diri memperkenalkan produk lokal ke panggung internasional.
“Hal yang spesial sih bisa melihat pemimpin yang bangga membawa produk lokal, karya anak bangsa, inovasi dan teknologi karya anak bangsa ke kancah internasional,” kata salah satu diaspora Ronald Tasik.
Baca Juga: Prabowo Ingin Semua Pejabat Naik Maung, Begini Jawaban Purbaya...
“Sangat terkejut sekali ya, maksudnya sungguh sangat membanggakan karena mungkin Bapak ingin memperkenalkan mobil tersebut kepada negara Filipina. Jadi wow, surprise sekali. Jauh-jauh dari Indonesia dibawa ke sini,” ucap Lili Yahya, WNI lainnya.