Growthmates, u paya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan ramah bagi remaja terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak.

Salah satunya dilakukan oleh UNICEF Indonesia melalui program Water, Sanitation and Hygiene (WASH) yang kini semakin diperluas implementasinya di sekolah, termasuk bersama WINGS Group dan Hers Protex sejak 2023.

Muhammad Zainal, Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia, menjelaskan bahwa WASH di sekolah merupakan pendekatan terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga edukasi kebersihan yang berkelanjutan.

“WASH di sekolah ini merupakan upaya yang terintegrasi untuk memastikan bahwa sekolah memiliki air bersih, sanitasi yang layak, dan juga sarana cuci tangan, serta edukasi tentang kebersihan,” ungkap Zainal, saat acara Press Conference WINGS for UNICEF – Generasi Bersih Sehat Bersama Hers Protex, di IDN HQ - The Plaza Menara Global, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Melalui penyediaan fasilitas yang memadai, lanjut Zainal, program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi siswa.

Tidak hanya itu, keberadaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak juga menjadi faktor penting dalam melindungi anak-anak dari berbagai penyakit berbasis lingkungan.

“Dengan fasilitas WASH yang memadai, tentu kita ingin menjamin dan menciptakan lingkungan pelajar yang aman, sehat, dan anak-anak terlindungi dari berbagai macam penyakit yang berbasis lingkungan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Zainal menekankan bahwa program WASH memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kesehatan dan kebersihan menstruasi, khususnya bagi remaja putri.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas seperti toilet terpisah, air bersih, sabun, serta tempat pembuangan pembalut menjadi aspek krusial dalam mendukung mereka menjalani menstruasi dengan aman dan nyaman.

“Dengan toilet yang layak, terpisah laki-laki dan perempuan, ada air bersih dan sabun, serta tempat membuang limbah pembalut yang sudah dipakai, dan ada edukasi yang terus-menerus diberikan, tentu anak perempuan dapat mengelola menstruasinya dengan aman, bersih, dan bermartabat,” jelasnya.

Baca Juga: WINGS for UNICEF dan Hers Protex Perkuat Edukasi Kebersihan Menstruasi di Sekolah

Menurut Zainal, perhatian terhadap kesehatan dan kebersihan menstruasi bukan sekadar isu kesehatan, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar remaja perempuan.

Ia menegaskan bahwa ada sejumlah hak yang harus dipenuhi agar remaja putri dapat menjalani proses menstruasi dengan layak.

Mulai dari hak atas informasi yang akurat dan terpercaya, akses terhadap produk menstruasi yang terjangkau, hingga fasilitas sanitasi yang mendukung. Selain itu, remaja perempuan juga berhak untuk tetap berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan tanpa hambatan, serta memperoleh layanan kesehatan profesional jika mengalami gangguan terkait menstruasi.

“Perempuan remaja itu mempunyai hak dasar yang melekat pada dirinya, karena mereka mengalami menstruasi, yang merupakan proses alami dalam hidupnya,” tegas Zainal.

Lebih lanjut, Zainal pun menegaskan bahwa edukasi menjadi kunci utama dalam menghapus stigma dan mitos yang masih kerap melekat pada isu menstruasi.

Oleh karena itu, UNICEF bersama para mitra berupaya menyampaikan informasi dengan cara yang mudah dipahami, sesuai usia, serta menggunakan pendekatan yang positif.

“Edukasi tentang menstruasi ini harus menggunakan bahasa yang positif. Harus dipahami bahwa proses ini bukan sesuatu yang tabu untuk dibicarakan, tetapi merupakan proses alami yang terjadi pada setiap perempuan,” ungkapnya.

Zainal juga menekankan pentingnya memberikan edukasi sejak dini, bahkan sebelum remaja perempuan mengalami menstruasi pertama. Hal ini bertujuan agar mereka tidak merasa bingung atau takut ketika mengalaminya.

“Informasi ini diperlukan supaya mereka memahami menstruasi, bahkan sebelum mereka mengalaminya. Karena tanpa informasi yang cukup, mereka akan mengalami kebingungan,” pungkas Zainal.

Baca Juga: Edukasi Menstruasi di Sekolah Masih Minim, WINGS dan UNICEF Hadirkan Solusi