Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kecewa sekaligus kesal lantaran dipecat dari jabatan Menkeu secara tiba-tiba oleh Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya bahkan mengaku sampai tak bisa tidur semalaman setelah peristiwa pemecatan dirinya yang bikin geger itu.

Baca Juga: Mahfud MD Blak-blakan Beber Kelemahan Purbaya, Sisi Buruknya Diungkap Terang Benderang!

"Soalnya semalam masih suat tidur. Masih sebel juga tuh," kata Purbaya dilansir Rabu (16/9/2026).

Kendati kesal dengan keputusan sepihak itu, namun Purbaya mengaku dirinya kini lebih legah setelah melakukan serah terima dengan Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara. Setelah proses serah terima itu tuntas, Purbaya mengaku bakal lebih tenang dan bisa tidur nyenyak di malam-malam selanjutnya.

"Nanti malem saya bisa tidur tenang gitu. Semalam masih mikir-mikir, jadi agak sudah tidur, tapi saya yakin besok udah tenang, aman," ujarnya.

Pemecatan Purbaya dari posisi Menteri Keuangan bikin geger masyarakat. Pasalnya pemecatan itu dilakukan via sambungan telepon saat dirinya sedang mengikuti rapat penting. Sebagian publik kesal dengan cara pemerintah memperlakukan Purbaya.

Sejauh ini pemerintah tak memberi penjelasan apapun mengenai alasan di balik pemberhentian itu. Namun publik sudah terlanjur menerka-nerka. Banyak yang berspekulasi Purbayan didepak lantaran Prabowo memang sangat jengkel pada Purbaya.

"Infonya ada rasa jengkel Pak Prabowo ke Purbaya. Mungkin ini hanya info-info, walau kebenaran yang kita tidak tahu," kata pengamat politik Ray Rangkuti,

Prabowo kata Ray kesal sama Purbaya lantaran polemik yang terjadi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang berkaitan dengan sejumlah persoalan, termasuk rencana setoran dana ke kas negara.

"Infonya ada ketegangan antara Danantara dan Purbaya. Hal itu kemudian terdengar oleh Prabowo. Prabowo pada akhirnya memutuskan untuk melakukan reshuffle kabinet," ungkapnya.

Ketegangan Purbaya dengan Danantara yang diduga sebagai biang kerok pemecatan tersebut memang sedang ramai dibahas sejumlah kalangan.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga juga sempat menyinggung masalah ini. Purbaya disebutnya didepak dari Kabinet Merah Putih secara tidak sopan lantaran perbedaan pandangan soal kewajiban setoran dana sebesar Rp120 triliun dari Danantara.

Dana ratusan triliun tersebut rencananya akan ditarik ke kas negara untuk menambal masalah fiskal, namun diduga memicu tarik-ulur di internal pemerintah.

Tak hanya masalah setoran dana tersebut, masalah lainnya yang membuat Prabowo buru-buru mendepak Purbaya adalah masalah kinerja penerimaan negara.

Di tengah dinamika dan tekanan stabilitas ekonomi nasional, pengelolaan fiskal di bawah Purbaya diduga tidak memenuhi target yang diharapkan Istana.

Baca Juga: Siapa Sebenarnya Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru Pengganti Purbaya?

"Dua hal itu bisa saja membuat Prabowo tak berkenan, bahkan marah. Akibatnya, Prabowo terkesan melakukan reshuffle mendadak," kata Jamiluddin.