Tren konsumen kendaraan listrik di Indonesia mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli mobil listrik, kini durasi pengisian baterai juga semakin diperhatikan calon konsumen.
Ketua Promosi dan Pemasaran Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Adrianto Gani, mengatakan perubahan tersebut mencerminkan perkembangan pasar kendaraan listrik yang semakin matang.
Konsumen tidak lagi sekadar mencari tahu seberapa jauh mobil dapat melaju dalam kondisi baterai penuh, tetapi juga mempertimbangkan kepraktisan pengisian daya untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Era Mobil Listrik Buka Peluang Karier Baru bagi Pengemudi Transportasi Online
Menurut Adrianto, penyelenggaraan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) kelima pada 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus merasakan perkembangan teknologi kendaraan listrik secara langsung.
Ia menilai, PEVS tahun ini telah memasuki tahap pengalaman (experience), ketika masyarakat dapat berbagi pengalaman menggunakan kendaraan listrik dan melihat perkembangan teknologi yang ditawarkan industri otomotif.
"Tahun di mana masyarakat itu menyampaikan atau mengalami apa yang sudah mereka alami sebelumnya, apa yang akan mereka alami," ujar Adrianto dikutip Minggu (25/10/2026).
Baca Juga: PERIKLINDO Bidik Elektrifikasi Armada Komersial untuk Wujudkan Logistik Rendah Emisi
Perubahan pertimbangan konsumen terlihat dari pertanyaan yang semakin banyak diajukan calon pembeli. Menurut Adrianto, durasi pengisian baterai kini menjadi salah satu aspek yang mulai diperhitungkan ketika masyarakat memilih kendaraan listrik.
"Pertanyaannya itu sudah tidak lagi jarak tempuhnya berapa kilometer, kalau baterai penuh dan sebagainya. Tapi, sudah mau beli yang cas baterai-nya berapa lama, begitu ya," katanya.
Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan listrik semakin beragam. Selain harga, jarak tempuh, dan pilihan model, kemampuan pengisian daya turut menentukan kenyamanan penggunaan kendaraan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Durasi pengisian baterai menjadi penting karena berkaitan dengan efisiensi waktu dan kemudahan mobilitas. Teknologi pengisian daya yang semakin praktis diharapkan dapat membantu masyarakat menggunakan kendaraan listrik tanpa terlalu banyak mengubah rutinitas mereka.
Di sisi lain, perkembangan pasar kendaraan listrik nasional juga terlihat dari semakin banyaknya produsen otomotif yang menghadirkan model bertenaga listrik. Adrianto menyoroti kehadiran merek-merek Jepang, seperti Honda dan Toyota, yang mulai meramaikan segmen tersebut.
Baca Juga: Masyarakat Bisa Bayar dan Beli Token Listrik PLN di KDKMP
Menurutnya, langkah produsen otomotif yang selama ini dikenal melalui kendaraan bermesin konvensional untuk turut menghadirkan mobil listrik menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia.
"Teman-teman merek-merek Jepang, Honda, Toyota, juga sudah mengeluarkan model listriknya. Saya kira itu juga menggambarkan bagaimana kepentingan pasar yang sangat signifikan, dengan jumlah yang belum lama ini sudah mencapai 541.000 kendaraan listrik sudah terdaftar dan ada di jalanan," ujar Adrianto.
Jumlah tersebut, menurut Adrianto, menjadi salah satu gambaran perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Bertambahnya produsen yang masuk ke segmen ini juga membuka lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan mobilitas dan kemampuan finansial mereka.
Ke depan, perkembangan pasar kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada penambahan model baru, tetapi juga pada kemampuan industri menjawab kebutuhan konsumen. Kemudahan pengisian baterai menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar kendaraan listrik semakin praktis digunakan dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui PEVS 2026, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung sekaligus memahami perkembangan teknologi kendaraan listrik, termasuk berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli.