Growthmates, bekerja dari rumah atau work from home (WFH) memang menawarkan fleksibilitas yang lebih besar. Namun, di balik kenyamanan tersebut, banyak karyawan memiliki kekhawatiran yang sama: apakah atasan benar-benar melihat dan menghargai hasil kerja mereka?
Ada anggapan bahwa karyawan yang jarang terlihat di kantor lebih mudah terlupakan. Pepatah "jauh di mata, jauh di hati" pun terasa relevan dalam dunia kerja jarak jauh.
Padahal, kesan positif di mata atasan tidak ditentukan oleh seberapa sering Anda hadir secara fisik, melainkan bagaimana Anda berkomunikasi, menunjukkan kontribusi, dan membangun kepercayaan.
Jika Anda ingin tetap dianggap sebagai anggota tim yang andal meski bekerja dari rumah, berikut beberapa kebiasaan yang bisa mulai Anda terapkan, sebagaimana dikutip dari Times Now News, Kamis (2/7/2026).
1. Bangun rutinitas komunikasi dengan atasan
Komunikasi menjadi kunci utama dalam sistem kerja jarak jauh. Jangan hanya menghubungi atasan saat ada masalah atau ketika diminta memberikan laporan.
Cobalah menjadwalkan pertemuan singkat secara rutin, misalnya setiap minggu atau dua minggu sekali. Gunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan perkembangan pekerjaan, tantangan yang sedang dihadapi, serta langkah-langkah yang telah Anda lakukan untuk mencapai target.
Rutinitas komunikasi seperti ini tidak hanya membantu atasan mengetahui progres pekerjaan Anda, tetapi juga memperkuat hubungan profesional dan membangun rasa saling percaya.
2. Aktifkan kamera saat rapat virtual
Meskipun terdengar sederhana, menyalakan kamera saat rapat virtual dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas komunikasi.
Dengan video yang aktif, percakapan terasa lebih personal karena Anda dapat melakukan kontak mata, membaca ekspresi lawan bicara, dan menunjukkan bahwa Anda benar-benar hadir serta fokus dalam diskusi.
Interaksi yang lebih hangat ini membantu mempererat hubungan dengan atasan maupun rekan kerja, sehingga kolaborasi menjadi lebih efektif dibandingkan jika hanya mengandalkan suara.
Baca Juga: WFH Makin Fleksibel, Ini Cara Menata Ruang agar Tetap Nyaman dan Produktif
3. Tunjukkan inisiatif, jangan hanya menunggu tugas
Salah satu cara terbaik agar tetap diingat adalah menjadi pribadi yang proaktif.
Jangan hanya menyelesaikan pekerjaan yang diberikan, tetapi cobalah menawarkan ide-ide baru, memberikan solusi ketika tim menghadapi kendala, atau mengambil tanggung jawab tambahan yang dapat membantu pekerjaan berjalan lebih baik.
Karyawan yang berinisiatif umumnya dipandang sebagai individu yang memiliki kepemimpinan, peduli terhadap keberhasilan tim, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Kesan seperti inilah yang membuat keberadaan Anda tetap menonjol meski bekerja dari lokasi yang berbeda.
4. Sampaikan progres pekerjaan secara berkala
Jangan berasumsi bahwa atasan selalu mengetahui semua hal yang telah Anda kerjakan. Di level manajerial, mereka biasanya menangani banyak orang dan berbagai proyek sekaligus sehingga tidak selalu bisa memantau kontribusi setiap anggota tim secara detail.
Karena itu, biasakan memberikan pembaruan mengenai pekerjaan yang sedang dikerjakan, target yang telah dicapai, maupun rencana berikutnya. Laporan singkat dan konsisten akan membantu atasan memahami kontribusi Anda tanpa harus terus-menerus bertanya.
Langkah sederhana ini juga menunjukkan bahwa Anda bertanggung jawab, transparan, dan mampu mengelola pekerjaan secara mandiri.
Nah Growthmates, pada akhirnya, bekerja dari rumah bukanlah penghalang untuk membangun reputasi yang baik di tempat kerja.
Dengan komunikasi yang konsisten, sikap proaktif, serta kemampuan menunjukkan hasil kerja secara jelas, Anda tetap bisa menjadi karyawan yang dipercaya dan dihargai oleh atasan, di mana pun lokasi Anda bekerja.
Baca Juga: 5 Dampak Buruk WFH yang Memengaruhi Kesehatan Mental