Nah, agar memiliki waktu untuk mengembangkan diri dan memperluas jaringan, Theo menekankan pentingnya kemampuan delegasi. Menurutnya, founder perlu mulai mempercayakan sebagian tanggung jawab kepada tim yang kompeten.
Langkah tersebut dapat dilakukan melalui proses grooming karyawan potensial, merekrut kepala divisi yang berpengalaman, hingga membangun sistem yang memudahkan pemantauan seluruh aktivitas bisnis.
"Untuk bisa punya mindset dan network yang berkembang, kita itu butuh waktu dan fleksibilitas. Gimana caranya? Delegasi, grooming, atau hiring head divisi, plus bangun sistem yang mempermudah overview bisnis," ungkap Theo.
Ia pun menjelaskan bahwa sistem yang baik seharusnya mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perusahaan, mulai dari penjualan, akuntansi, inventaris, hingga pengelolaan hubungan pelanggan atau customer relationship management (CRM).
Menurut Theo, penggunaan teknologi yang terintegrasi dapat membantu pemilik bisnis mengambil keputusan dengan lebih cepat dan akurat.
"Mulai dari sales, akuntansi, inventory, sampai ke CRM. Dan itu sangat bagus kalau semuanya bisa terintegrasi dalam satu software bisnis. Jadi bisa lebih rapi, lebih kebaca, dan gampang dikontrol," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Theo juga menyoroti pentingnya penggunaan software manajemen bisnis yang mampu mengintegrasikan berbagai fungsi operasional perusahaan dalam satu platform.
Dengan sistem yang terhubung, pelaku usaha dapat memantau performa bisnis secara lebih efisien, termasuk saat melakukan evaluasi kinerja pada akhir tahun.
Bagi Theo, kombinasi antara mindset yang terus berkembang, jaringan yang luas, kemampuan delegasi, dan dukungan teknologi merupakan kunci utama bagi founder yang ingin membangun bisnis yang tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga berkelanjutan.
Baca Juga: Ingin Bisnis Naik Level? Ini Strategi Scale Up ala Theo Derick