Pemerintah Kabupaten Jembrana di bawah kepemimpinan I Made Kembang Hartawan terus menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat melalui inovasi yang tepat sasaran. Dua program unggulan yang kini digalakkan langsung menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Pertama, program Subsidi Kredit Pekerja Migran indonesia (PMI) Jembrana Tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan. Inisiatif ini dirancang secara matang untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di pasar kerja global.

Baca Juga: Jawab DPRD, Gubernur Sultra Siapkan 6 Jurus Genjot Pendapatan Daerah dan Tata Kelola APBD

Melalui program ini, pemerintah daerah memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi yang dibutuhkan calon PMI, memastikan mereka memiliki keahlian teknis dan kemampuan bahasa yang mumpuni sesuai standar internasional. Yang paling revolusioner, pemerintah menyediakan skema Subsidi Kredit PMI Tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan untuk menutupi biaya keberangkatan, sehingga calon PMI tidak lagi terjerat praktik rentenir yang mencekik.

Baca Juga: POPSI dan BPDP Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Pengembangan Ekonomi Daerah Sorong

“Berdasarkan hasil konsultasi dengan OJK dan BPK, pemerintah daerah diperbolehkan untuk memberikan dukungan dalam bentuk subsidi kepada pihak perbankan. Melalui skema Subsidi Kredit PMI Tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan ini, calon tenaga kerja yang berencana bekerja di luar negeri cukup menunjukkan surat keterangan kerja (job letter) kepada bank untuk mendapatkan fasilitas tersebut,” ujar Kembang Hartawan dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Dampak langsung dari program ini adalah peningkatan signifikan pada pendapatan per kapita keluarga di Jembrana melalui kiriman uang (remittance) dari luar negeri, yang secara berkesinambungan menggerakkan roda ekonomi lokal. Pemerintah juga membangun sistem pemantauan dan perlindungan selama mereka bekerja di luar negeri serta membantu pengelolaan keuangan sekembalinya mereka ke tanah air, menjadikan dana yang terkumpul sebagai modal usaha produktif.

Kedua, di sektor kesehatan, kehadiran Program Rumah Singgah di Denpasar menjadi jawaban cerdas atas kebutuhan mendesak bagi pasien rujukan ke Rumah Sakit Tipe A. Program ini secara efektif menghilangkan beban finansial dan mental bagi keluarga pasien yang selama ini harus menanggung biaya akomodasi tinggi saat mendampingi sanak keluarga yang dirujuk ke rumah sakit provinsi di Denpasar, yang lokasinya sangat jauh dari Jembrana.

“Dengan adanya rumah singgah ini, keluarga pasien dapat beristirahat dengan layak dan tenang tanpa harus tidur di selasar rumah sakit atau mengeluarkan biaya besar untuk penginapan,” tambah Kembang Hartawan.

Fasilitas ini menyediakan hunian gratis yang dilengkapi kamar bersih, tempat tidur, serta fasilitas dasar seperti kamar mandi dan dapur bersama, baik untuk pasien rawat jalan maupun pendamping pasien rawat inap. Lokasinya yang strategis, sangat dekat dengan rumah sakit rujukan, meminimalkan biaya transportasi lokal dan waktu tempuh.

Kedua program ini secara gamblang menunjukkan bahwa dengan visi yang kuat dan eksekusi yang tepat, Pemerintah Kabupaten Jembrana tidak hanya sekadar memberikan janji, melainkan menghadirkan solusi nyata yang "Jenius" untuk kesejahteraan masyarakatnya.