Growthmates, ketika membahas rahasia umur panjang, banyak orang biasanya langsung terpikir tentang pola makan sehat dan olahraga rutin. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah faktor lain yang juga dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan seseorang seiring bertambahnya usia.

Meski faktor genetik turut berperan, para ahli menemukan bahwa kebiasaan sehari-hari memiliki kontribusi besar terhadap peluang seseorang untuk hidup lebih lama dan tetap sehat di usia lanjut. Bahkan, beberapa kebiasaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga hubungan sosial dan cara seseorang memaknai hidupnya.

Melansir CNBC Make It, sejumlah peneliti dan pakar umur panjang mengungkap beberapa kebiasaan yang kerap ditemukan pada orang-orang yang memiliki usia harapan hidup lebih panjang. Berikut lima di antaranya.

1. Menjaga Hubungan Positif

Memiliki hubungan yang positif dalam kehidupan disebut sebagai salah satu faktor penting yang dapat membantu seseorang hidup lebih lama dan lebih bahagia. Hal ini sejalan dengan sebuah studi Harvard yang telah berlangsung selama 86 tahun.

Namun, bukan hanya memiliki hubungan yang baik, meluangkan waktu untuk merawat dan memperkuat hubungan tersebut juga dinilai penting. Para peneliti menyebutnya sebagai "kebugaran sosial" atau social fitness.

“Baik itu pertanyaan yang bijaksana atau momen perhatian yang penuh, tidak ada kata terlambat untuk memperdalam hubungan yang penting bagi dirimu,” tulis direktur studi Harvard, Marc Schulz dan Dr. Robert Waldinger, pada 2023.

Hal serupa juga ditemukan di berbagai Blue Zones, wilayah yang dikenal memiliki banyak penduduk berusia panjang. Menurut Dan Buettner, masyarakat di sana cenderung menjadikan pasangan sebagai prioritas, memelihara hubungan, dan berinvestasi pada hubungan sosial mereka.

“Memiliki teman yang tepat, itulah rahasia terbesar untuk membantu orang-orang di Zona Biru melakukan hal yang benar dan menghindari hal yang salah," jelasnya.

2. Memiliki Tujuan Hidup

Okinawa, Jepang, merupakan salah satu zona biru dengan banyak penduduknya yang berusia 100 tahun. Mereka menerapkan Ikigai, tentang menemukan tujuan hidup dan berkomitmen padanya setiap hari. 

Buettner merekomendasikan pola hidup tersebut untuk umur panjang. Katanya, orang-orang yang memiliki tujuan hidup sekitar delapan tahun lebih lama daripada orang-orang yang tidak memiliki tujuan.

Ada tujuh praktik yang ditemukan oleh para peneliti dari Studi Perkembangan Orang Dewasa Harvard selama 86 tahun yang mengarah pada kebahagiaan dan kesejahteraan di usia lanjut daripada berakhir dengan kesedihan dan sakit. 

Salah satu praktik tersebut adalah menumbuhkan pola pikir berkembang dengan berinvestasi dalam pembelajaran dan pendidikan seumur hidup.

3. Tetap Aktif Bergerak

Aktivitas fisik menjadi salah satu kebiasaan yang konsisten ditemukan pada kelompok masyarakat dengan usia panjang. Namun, aktivitas tersebut tidak selalu berupa olahraga berat atau latihan intensif di pusat kebugaran.

Di berbagai wilayah Blue Zones, banyak penduduk yang tetap aktif melalui kegiatan sehari-hari seperti berjalan kaki, berkebun, atau mengerjakan pekerjaan rumah secara mandiri. Kebiasaan bergerak secara rutin dalam intensitas ringan hingga sedang dinilai membantu menjaga kebugaran tubuh dalam jangka panjang.

Sementara itu, Studi Centenarian New England menyebut latihan kekuatan dua kali seminggu dan aktivitas aerobik beberapa kali dalam sepekan dapat membantu meningkatkan peluang seseorang untuk tetap sehat hingga usia lanjut.

4. Mengonsumsi Makanan Sehat

Pola makan masih menjadi salah satu faktor utama yang dikaitkan dengan umur panjang. Pakar umur panjang Valter Longo menyebut bahwa makanan yang dikonsumsi sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan dan proses penuaan.

Banyak ahli merekomendasikan pola makan yang mirip dengan diet Mediterania, yakni memperbanyak konsumsi makanan berbasis nabati seperti sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Sebaliknya, konsumsi daging merah dianjurkan untuk dibatasi.

Selain memperhatikan jenis makanan, Longo juga menyarankan untuk memberi jeda waktu makan yang cukup setiap hari. Salah satunya dengan membatasi waktu makan dalam rentang sekitar 12 jam dan menghindari makan larut malam.

5. Memiliki Keyakinan atau Filosofi Hidup

Selain kesehatan fisik dan hubungan sosial, memiliki keyakinan atau filosofi hidup juga disebut dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan seseorang. Menurut pakar kebahagiaan Arthur C. Brooks, keyakinan dapat membantu seseorang menemukan makna dan tujuan dalam hidup.

"Ketika kamu mengikuti suatu agama atau memiliki keyakinan, hal itu membantu kamu menemukan makna dalam hidup," jelasnya dalam kursusnya.

Rasa memiliki tujuan dan makna tersebut dinilai dapat membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih baik. Tak heran jika faktor ini juga kerap dikaitkan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kualitas hidup secara keseluruhan.