Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam buka suara terkait dampak fitnah yang menyebut Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus ijazah Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang dilakukan oleh empat akun media sosial.
Adapun hal tersebut disampaikan dalam acara Head to Head With Elvira berjudul “Dituding Dalang Kasus Ijazah Jokowi, Demokrat Lapor Polisi” dikutip dari kanal YouTube CNN, dikutip Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Kesal Namanya Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, SBY Bakal Tempuh Jalur Hukum
"Hubungan Pak Jokowi dengan Pak SBY sangat baik, sangat menghormati, saling supportive dan kalau misalnya ini dibiarkan, spekulasinya ke mana-mana. Saya pikir itu akan destruktif dan kita tidak ingin itu terjadi," ujarnya.
Sementara itu, ia mengaku jika Partai Demokrat telah melaporkan empat akun yakni akun YouTube @AGRI FANANI, @Bang bOy YTN, dan @KajianOnline, serta satu akun TikTok @sudirowibudhiusmp ke Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, ia mengaku laporan ke polisi seelumnya untuk melayangkan somasi sekaligus membuka ruang komunikasi. "Ada yang meminta maaf, kemudian memiliki kesediaan hati untuk men-takedown materi-materi yang sebenarnya tidak begitu logic, tetapi proses ini proliferasinya ke mana-mana," bebernya.
Dirinya juga mengaku heran dalam materi akun tersebut menyebutkan adanya kolaborasi SBY dengan Megawati Soekarnoputri untuk menjatuhkan Jokowi.
"Kita juga agak unik, ini bagaimana ceritanya? Seorang Bu Mega kemudian berkolaborasi dengan Pak SBY untuk ngerjain Pak Jokowi. Ada pakem-pakem di dalam etika dan juga fatsun politik yang tidak memungkinkan itu terjadi," tukasnya.