4. Menganggap tidur sebagai hal yang bisa dikorbankan

Begadang karena pekerjaan, terlalu lama menatap layar, atau memiliki jadwal tidur tidak teratur sering dianggap sebagai bagian dari rutinitas. Padahal, kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu pola tekanan darah normal.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah sleep apnea, yaitu henti napas berulang saat tidur yang berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi.

Mendengkur keras, tersedak atau terengah-engah saat tidur, serta mengantuk berlebihan pada siang hari sebaiknya tidak dianggap sekadar tanda kurang tidur.

5. Hidup dalam kondisi stres terus-menerus

Stres dapat membuat tekanan darah meningkat untuk sementara. Namun, masalah bisa muncul ketika stres menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Ketika hidup penuh dengan stres yang terus-menerus, kadar adrenalin dan kortisol tetap tinggi serta memengaruhi tidur, nafsu makan, dan aktivitas fisik. Hal ini pada akhirnya menjadi beban bagi sistem kardiovaskular,” kata Dr. Bhate.

Stres juga dapat berdampak secara tidak langsung melalui kebiasaan makan berlebihan, kurang bergerak, tidur buruk, atau meningkatnya konsumsi alkohol.

6. Menganggap obat bebas tidak berbahaya

Obat yang dapat dibeli tanpa resep tetap memiliki efek samping yang perlu diperhatikan.

Beberapa dekongestan dapat meningkatkan tekanan darah, sementara obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, dapat menyulitkan pengendalian tekanan darah pada sebagian orang.

Bagi penderita hipertensi, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat tertentu, termasuk obat yang tersedia bebas.

7. Mengabaikan kenaikan berat badan beberapa kilogram

Kenaikan berat badan sering berlangsung perlahan sehingga mudah diabaikan.

Padahal, berat badan yang terus bertambah dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah melalui pengaruhnya terhadap pembuluh darah, ginjal, dan sistem hormonal yang mengatur keseimbangan cairan serta tekanan darah.

Faktanya, penurunan berat badan dalam jumlah kecil pun dapat memberikan manfaat. Penurunan berat badan sekitar 3–5 persen dapat membantu memperbaiki tekanan darah, sedangkan penurunan 5–10 persen dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih luas.

Baca Juga: Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Setelah Makan yang Ampuh Menjaga Gula Darah Tetap Stabil