Tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap YTR, Taufik Hidayat sempat mencari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat dirinya masih berstatus buronan.

Taufik terekam CCTV saat mendatangi Gedung Pakuan tempat Dedy Mulyadi bertugas. Dalam rekaman itu ia datang mencari orang nomor satu di Jawa Barat itu pada dini hari, ia mengenakan masker dan helm untuk menutupi wajahnya sehingga tak ada yang mengenalinya.

Baca Juga: Tak Ada Ampun! Pigai Tegaskan Taufik Hidayat Dihukum Maksimal

“Jadi, Taufik sempat datang ke Gedung Pakuan jam 4.00 WIB dini hari, menemui pos jaga dan dia ngomong pakai helm, pakai masker, 'saya ingin ketemu Pak Gubernur, saya mau dipenjara tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu',” kata Dedi ketika menjenguk YTR di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dilansir Selasa (30/6/2026).

Tak hanya mencari Dedi di kantornya, Taufik Hidayat juga sempat berencana mencari hingga ke kediaman Dedi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Namun rencana itu urung dan akhirnya Taufik diringkus pihak kepolisian.

"Jadi itu dan CCTV-nya ada, dan dia mencari dan dia juga berusaha datang ke Lembur Pakuan, sampai di Cikawung, yang nganternya tidak berani, karena takut di jalan, dilihat orang, digebukin, jadi takut yang nganternya," ucap Dedi.

Dedi mengatakan, Taufik tak berniat jahat saat mencari dirinya. Ia datang hanya untuk menyerahkan diri sebab sebelumnya Dedi sempat membuka sayembara berhadiah Rp250 juta bagi masyarakat yang dapat memberi informasi akurat mengenai keberadaan Taufik yang tengah buron.

"Jadi dari bahasanya dia siap dipenjara, tapi sebelum dipenjara ada sesuatu yang ingin disampaikan," katanya.

Dedi juga membeberkan kondisi terkini YTR yang masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung. Ia sengaja tidak menemui korban secara langsung demi menjaga proses pemulihan medis dan psikis korban.

Baca Juga: Penyekapan Brutal Taufik Hidayat: Kekerasan Gender yang Merendahkan Martabat

"Saya bertemu dengan direktur dan para dokter yang menangani, hampir 40 yang menangani. Intinya adalah menanyakan perkembangan, karena kalau melihat pasiennya tidak mau, pertama takut saya membawa kuman, nanti malah merepotkan pasien," ujarnya.